Pewaris Tunggal
Aldot teringat Eneng, tubuh mungil Dayang persis bekas ART itu, tapi kulit Dayang lebih putih, sehingga dalam temaramnya lampu tidur, tubuh indah gadis mungil ini tetap terlihat jelas.
Dan saat melakukan peneterasi, Aldot bak belah duren, saking rapetnya milik si bidan ini. “Pelan-pelan bang, gede banget!” desah Dayang, hingga makin menambah minyak ke dalam api yang sedang menyala di tubuh pemuda bangor ini.
Untunglah rumah ini permanen dan atapnya seng, ditambah hujan yang masih deras, sehingga lenguhan suara Dayang kalah dengan bunyi air hujan, yang bak di tumpah dari langit.
Hot Chapters