Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
After Akad

After Akad

Koreksi Dimas. "Jangan dong, bisa bisa gue di coret dari KK lagi, mak gue kan bucinnya Aldebaran banget,". Ucap Galang memelas. "Oiya ini kado dari kita buat lo sama Gempa,". Ucap Nada sambil menyodorkan sekotak kado yang lumayan besar pada Anaya.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as abad ke 20
Read
+Library
Kali Kedua

Kali Kedua

"Ada apa Bu telepon siang-siang begini?" "Memangnya nggak boleh kalau Ibu mau telepon anak Ibu sendiri?" "Ya boleh, Bu. Tapi tumben aja Ibu telepon Rezky siang-siang begini. Ada apa?" "Ini Adek lagi di mana?" "Jangan panggil Adek dong Bu. Rezky kan udah gede. Udah 26 tahun. Jadi jangan dipanggil Adek kaya pas zaman Rezky masih SD."
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 461 Times as abad ke 20
Read
+Library
Nafkah Dua Puluh Ribu

Nafkah Dua Puluh Ribu

Teriak dian dari luar pintu kamarku. Aku masa bodo, yang penting kebutuhan anakku tercukupi, untukku dan anakku saja kurang apalagi kalau kukasih dian, bisa gak jajan anakku nanti. Sehari diberi dua puluh ribu mana cukup, batinku. Next part
3.7K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as abad ke 20
Read
+Library
Istri Pengganti Sang Miliarder

Istri Pengganti Sang Miliarder

Tidak ada tanda-tanda kesedihan. “Banyak juga anak Abang. Umur berapa aja?” tanyaku, sedikit lebih hati-hati. “Kalau mereka masih ada….” Kalimatnya terhenti, Azka mendongak dan menatapku. Senyum kembali merekah di wajahnya. “Kalau mereka masih ada, si sulung berulang tahun keenam hari ini. Yang kedua umur empat tahun. Si bungsu masih bayi.”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as abad ke 20
Read
+Library
Aku ADA

Aku ADA

sebelum Anita dan Kenya mengiyakan, warga sudah membawa Akila ke rumah Pak Abas. "Ini siapa, Pak?" tanya Bu Tuti—Istrinya Pak Abas. "Kami dari kota Bu," jawab Kenya. "Sebentar saja ceritanya, bawa Mereka masuk Bu." Warga yang lainnya pulang ke rumah masing-masing, sementara Pak Abas dan Pak Sanip masih ada di rumah. "Apa Akila akan baik-baik saja?" tanya Anita, Dia sebagai kakak tentunya cemas melihat keadaan Adiknya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as abad ke 20
Read
+Library
Shadow of The Past

Shadow of The Past

“Itu yang dikatakan salah satu calon pemimpin Sakigan yang dulu.” Kei mendengkus pelan. “Ada lagi?” tanyanya. “Sepertinya tidak ada. Kau hanya meminta kami memantau dan mengontrol pergerakan ini saja ‘kan?” tanya Akaba. Kei mengangguk. “Benar. Cukup awasi demonstrasi itu.” Kei mengerling, melihat jam tangan yang sudah menunjukkan pukul lima sore. “Hubungi aku lagi kalau ada perkembangan lain.”
1029.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as abad ke 20
Read
+Library
2'20

2'20

gumam wanita itu membuat para tetua tersebut mengikuti arah tatapan Kendari, menuju utara. Di langit malam yang birunya sudah nyaris segelap hitam itu kini menampilkan kilat cahaya merah. Cahaya itu mirip dengan cahaya bintang jatuh, namun Kendari tahu pasti bahwa itu bukanlah cahaya biasa. Dirga benar ... mereka mempersiapkan semuanya tepat pada jam satu dini hari. “Sekarang, tanggal 20 Februari 2020.” Kendari menatap langit gelap itu tanpa bisa memasang senyuman.
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 461 Times as abad ke 20
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Karena sejujurnya Bee juga enggan bertemu teman-teman Akbi setelah masa lalunya terbongkar. Tapi para wanita selalu bisa mengesampingkan itu semua hanya agar dunia berjalan sebagaimana mestinya. "Ini dia birthday boy kita udah datang!" Raka berseru heboh sambil bertepuk tangan. Raut wajah ketiga senior itu sudah melembut dengan seberkas senyum di bibir mereka. Seorang pelayan datang membawa kue ulang tahun dan lilin dengan angka dua puluh enam di atasnya ketika baru beberapa saat Akbi dan Bee duduk di dalam Cabana.
1054.1K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as abad ke 20
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status