Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis 200 juta

Gadis 200 juta

Rasa stress dan kesedihan yang mendalam membuatnya tidak berselera memakan apapun. Lalu diperhatikannya pula penampilannya saat ini. Memakai kebaya, kain harit, tanpa alas kaki, sanggul terurai karena dibuatnya berlarian sepanjang jalan. Make up? Ah, entahlah, tidak ada kaca disini, tapi bisa dipastikan make up nya pasti sudah berantakan, karena bercampur dengan air mata, keringat, dan debu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
After Akad

After Akad

Koreksi Dimas. "Jangan dong, bisa bisa gue di coret dari KK lagi, mak gue kan bucinnya Aldebaran banget,". Ucap Galang memelas. "Oiya ini kado dari kita buat lo sama Gempa,". Ucap Nada sambil menyodorkan sekotak kado yang lumayan besar pada Anaya.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
Kali Kedua

Kali Kedua

"Ada apa Bu telepon siang-siang begini?" "Memangnya nggak boleh kalau Ibu mau telepon anak Ibu sendiri?" "Ya boleh, Bu. Tapi tumben aja Ibu telepon Rezky siang-siang begini. Ada apa?" "Ini Adek lagi di mana?" "Jangan panggil Adek dong Bu. Rezky kan udah gede. Udah 26 tahun. Jadi jangan dipanggil Adek kaya pas zaman Rezky masih SD."
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
Nafkah Dua Puluh Ribu

Nafkah Dua Puluh Ribu

Teriak dian dari luar pintu kamarku. Aku masa bodo, yang penting kebutuhan anakku tercukupi, untukku dan anakku saja kurang apalagi kalau kukasih dian, bisa gak jajan anakku nanti. Sehari diberi dua puluh ribu mana cukup, batinku. Next part
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Sang Miliarder

Istri Pengganti Sang Miliarder

Tidak ada tanda-tanda kesedihan. “Banyak juga anak Abang. Umur berapa aja?” tanyaku, sedikit lebih hati-hati. “Kalau mereka masih ada….” Kalimatnya terhenti, Azka mendongak dan menatapku. Senyum kembali merekah di wajahnya. “Kalau mereka masih ada, si sulung berulang tahun keenam hari ini. Yang kedua umur empat tahun. Si bungsu masih bayi.”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
Aku ADA

Aku ADA

Kenya memeluk Akila dan Anita. "Ya, sudah. Aku ke belakang rumah dulu, ada ayunan yang bisa kupakai." Akila pergi lewat pintu belakang, sementara Kenya menelpon temannya yang sebagai admin di sebuah perusahaan, karena Akila akan PKL(Praktek Kerja Lapangan).
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

gumam wanita itu membuat para tetua tersebut mengikuti arah tatapan Kendari, menuju utara. Di langit malam yang birunya sudah nyaris segelap hitam itu kini menampilkan kilat cahaya merah. Cahaya itu mirip dengan cahaya bintang jatuh, namun Kendari tahu pasti bahwa itu bukanlah cahaya biasa. Dirga benar ... mereka mempersiapkan semuanya tepat pada jam satu dini hari. “Sekarang, tanggal 20 Februari 2020.” Kendari menatap langit gelap itu tanpa bisa memasang senyuman.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Karena sejujurnya Bee juga enggan bertemu teman-teman Akbi setelah masa lalunya terbongkar. Tapi para wanita selalu bisa mengesampingkan itu semua hanya agar dunia berjalan sebagaimana mestinya. "Ini dia birthday boy kita udah datang!" Raka berseru heboh sambil bertepuk tangan. Raut wajah ketiga senior itu sudah melembut dengan seberkas senyum di bibir mereka. Seorang pelayan datang membawa kue ulang tahun dan lilin dengan angka dua puluh enam di atasnya ketika baru beberapa saat Akbi dan Bee duduk di dalam Cabana.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai abad ke 20
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status