Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Kosong di Dusun Angker

Rumah Kosong di Dusun Angker

ujar pak kepala dusun, “Aku harap tidak ada kekerasan ya kalau sampai kita menemukan kejadian yang tidak diinginkan di rumah kosong ini.” “Jajang, kamu yang pertama masuk,” perintah pak kepala dusun yang ternyata juga takut dengan suasana mistis rumah kosong ini. Jajang menuruti perintah pak kepala dusun untuk memasuki rumah ini kemudian diikuti warga lainnya. Rumah terlihat kososng tanpa ada penghuninya sama sekali. Sarang laba-laba dan debu tampak menghiasi seluruh rumah kosong ini.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

"Meninggalkan kota London yang ... mewah?" "Ya, di sini, aku bisa melupakan betapa dunia penuh kemunafikan. Walaupun hanya sejenak." "Terdengar sikap pesimis dari kalimat yang anda lontarkan." "Mungkin orang-orang akan menganggap demikian. Bagiku, terlalu banyak orang yang hidup dengan kepura-puraan. Di sini, kau tidak demikian. Jika kau hidup dengan kepura-puraan di tempat seperti ini, maka nyawa bisa saja melayang karena itu."
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Menurut tingkatan kultivasi, setelah tingkat kelahiran jiwa adalah tingkat penyatuan kekosongan. Apa itu penyatuan kekosongan? Itu adalah tingkatan di mana seseorang bisa menembus dan memahami "kehampaan", sesuatu yang sepertinya tidak ada tetapi sebenarnya benar-benar nyata. Itu adalah kekuatan hukum yang mengatur jalannya langit dan bumi.
9.51.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.2K kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
Derrick Season 2: Pulau Kambangan Darah

Derrick Season 2: Pulau Kambangan Darah

Jelas mutiara tak tertandingi. "Kuharap itu dapat membantumu." Tukas mutiara tak tertandingi, lalu ruang Matrix kembali sunyi dan meninggalkan Derrick yang menganalisis penjelasan mutiara tak tertandingi. "Lalu apa itu energi kekosongan?" Tanya Derrick kemudian. "Energi kekosongan adalah energi yang berada di antara energi alam dan keberadaan manusia." Balas mutiara tak tertandingi.
9.26.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa Regera

Kaisar Dewa Regera

"Eldon, tunjukkan dunia buatanmu yang masih kosong!" Pemuda itu hanya mengangkat kepalanya dan menjawab. "Ada banyak planet kosong, tapi tidak ada cadangan air di sana." Ia langsung membenamkan wajahnya kembali, sedangkan Akara segera menoleh ke sisi lain. "Segoro…"
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Keramaian pesta itu masih berlangsung di sekitar mereka, namun di tempat mereka berdiri, segalanya terasa lebih tenang dari yang seharusnya di tengah kerumunan sebanyak itu. "Mulai sekarang," kata Kael, matanya masih di kejauhan, "tidak akan ada lagi yang berani mengganggu kedamaian bumi. Atau Dunia Bawah. Atau Dunia Atas."
1081.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

“Jadi sekarang hidupku perlu klarifikasi resmi?” “Dunia nggak suka kekosongan,” jawab Kevin. “Kalau kita nggak isi, orang lain yang bakal isi dengan asumsi.” Nadia menatap cangkir kopi di depannya, uapnya naik perlahan. Dalam pantulan cairan hitam itu, ia melihat bayangan dirinya sendiri—masih sama, tapi tidak lagi sesederhana dulu. “Aku harus datang,” katanya akhirnya. Bukan bertanya.
962 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Dia Kehilangan Segalanya

Dia Kehilangan Segalanya

Namun, ekspresinya yang penuh kemarahan malah membuatku merasa jijik. “Timo, kamu nggak ada hak untuk bicarakan soal anak.” “Dia hanyalah anak dari ayah yang tak layak, anak yang bahkan nggak pernah diharapkan siapapun, lalu untuk apa dilahirkan?” “Apa hanya untuk hidup dan menderita di dunia ini?!” Aku melangkah perlahan ke arah Timo, seperti zombie yang sudah kehilangan jiwa. Darah segar terus menetes dari kakiku, menuruni betisku.
31.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 850 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

Hasil karya yang memadukan kepiawaian dan kelembutan rasa pembuatnya. Setelah malam gebyar batik yang dihadiri oleh lima puluh negara yang tergabung dalam pameran budaya dunia paginya Savanna merencanakan berkeliling kota Kairo dengan taxi. Tarif taxi Mesir adalah yang termurah didunia. Ada libur satu hari sebelum semua pulang menuju tanah air. Setelah mengunjungi The Egyptian Musium Savanna menuju Universitas Al.Azhar. Sekolah impiannya dimasa kecil. Universitas ini berhubungan dengan mesjid Al Azhar di wilayah Cairo kuno. Bangunannya begitu megah dan kharismatik, eksotisme seni peradabannya begitu tinggi, Savanna sibuk memotret dengan ponsel di tangannya sampai tak melihat seseorang yang t
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

Alex duduk di kursinya, menatap Rangga dengan ekspresi sulit ditebak. "Duduk," perintahnya. Rangga duduk di kursi di hadapan Alex. "Aku tahu apa yang ada di kepalamu sekarang," kata Alex sambil menghembuskan asap cerutu. "Kau kaget, bukan? Dunia ini lebih keras dari yang kau bayangkan." Rangga tidak menjawab. Alex melanjutkan, "Dengar, Rangga. Aku paham kalau kau masih punya hati nurani. Tapi dunia tidak memberi tempat bagi orang yang terlalu banyak berpikir."
905 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai abad kekosongan dunia nyata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status