Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Tingkat Dua

Tingkat Dua

tanyaku padanya. "Iya." Hanya itu yang keluar dari mulutnya sebelum aku benar-benar melangkah menuju dapur. *** "Jadi kenapa nomor lo nggak aktif?" Aku yang sedang menonton Go Go Squid 2, menoleh dan mengernyitkan dahi. "Abang hubungin Ika? kenapa?" Aku bertanya karena penasaran. Tidak biasanya Bang Saka menghubungiku jika tidak ada hal penting. Namun kami baru berpisah dua hari yang lalu, kan. Jadi ada masalah apa?
1.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 36 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
Suami Hilang, Dapat Jodoh Dadakan

Suami Hilang, Dapat Jodoh Dadakan

"Aku harap selamanya terus kesambet, biar kamu tidak berubah pikiran." Nada tersenyum, ralat! Nada bukan tersenyum tapi tertawa. Ia menertawakan Akbar yang begitu menggemaskan seketika kedewasaannya seolah hilang. Yang ada dihadapannya hanyalah seorang pria 22 tahun yang masih terlihat menggemaskan.
9.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 246 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
JALAN KEKEKALAN ABADI

JALAN KEKEKALAN ABADI

“Tim 320, berhasil mengumpulkan 140 bendera atau 144000 poin.” Semua orang langsung melirik ke arah dua tim yang melangkah maju mendekati tetua agung dan cukup terkejut mengetahui kedua tim itu hanya berisikan para murid dalam tanpa ada satupun orang dari murid inti. Saat ini Wei Yuan dan Long Zin dibuat terkejut karena di tim 320 ada Gum Ryu. “Ternyata dia mengikuti kompetisi ini juga. Sangat disayangkan kita tidak bisa satu tim dengannya,” gumam Wei Yuan.
102.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 91 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
Petaka Puber Kedua

Petaka Puber Kedua

lanjutnya. Nabil terlihat menghela napas sambil berusaha tersenyum lembut. Pemuda itu berusaha tetap tenang meski hatinya dipenuhi rasa kecewa yang mendalam. "Nabil gak apa-apa, Ma. Setelah ini, Nabil akan mendaftar untuk melanjutkan kuliah S2 ke London, semoga Mama mengizinkan," jawab Nabil sambil mengelus tangan ibunya.
101.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 34 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

“Awal tahun depan, bagaimana kalau kita menikah lagi?” Dia menatapku dan hendak mendekat, tapi aku melangkah mundur sedikit. Dengan ekspresi datar, aku mengalihkan pandangan ke arah para wartawan yang dihalangi oleh pengawal di kejauhan. Anto tampaknya menyadari ketidakpantasan situasinya dan berhenti di tempat. “Anto, aku akan kembali ke Montana.” “Memang sudah lama kau nggak pulang. Pergi sebentar juga baik. Nanti saat Tahun Baru, aku akan menjemputmu pulang...”
27.4K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 795 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Kakek tua menyapa dengan tubuh membungkuk. "Selamat pagi kek. Gerabahnya masih ada?" Kuhampiri ia sambil melihat gerobak yang berisi berbagai macam gerabah. "Masih banyak nona. Bahkan aku membuat kendi untukmu. Ini kuberi warna biru dan perak." Ucap kakek sambil memberikan kendi cantik berwarna biru dan perak. Cantik sekali. Kubuka gerbang rumahku dengan lebar. Aku membantunya mendorong gerobak masuk kedakan rumah.
9.74.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 165 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
Jadikan Aku yang Kedua

Jadikan Aku yang Kedua

jawab Yeni. “Ya, paman dan bibimu saja kebingungan mencarinya. Hanya satu petunjuk yang diberikan ayah dan ibumu untuk bibi serta pamanmu. Sebuah foto kakak kandungmu saat usia dua bulan. Memang saat usia segitu, kakak kandungmu dititipkan di panti asuhan,” jelas Bu Aminah lagi. Yeni hanya diam manggut-manggut.
9.416.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 565 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

“Musti googling sih Kak. Kayaknya jarang kalau yang halal, palingan yang agak menjamur sekarang resto-resto yang plant base dan non alkohol gitu. Kenapa? Kamu kangen masakan western?” “Tiba-tiba aja sih kepingin.” “Nanti sambil jalan-jalan di Ubud kita cari gimana? Seingat aku pas terakhir ke tempat Mommy ada café yang jual burger gitu. Ada plang halalnya.” “Boleh. Nanti sama anak-anak sekalian ya?” “Iya.” “Anaknya Mommy ada berapa orang sayang?” “Oh, Dave paling besar. Yang kedua Davi. Paling kecil Diva.”
1025.4K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 811 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
Bareksa

Bareksa

Sementara itu, Dewi di sampingnya malah asyik menonton drama Korea dari ponselnya. "Sembarangan, cantik gini dikatain ibu tiri. Aku ini ibu peri tahu." Padma mengibaskan rambut panjangnya. Dirapikannya bando kain yang bertengger di atas kepalanya. "Sekarang jelasin ke kita-kita. Dua hari yang lalu kamu satu bus dengan kak Bagus. Hari ini kamu berangkat dibonceng kak Bagus. Cepet amat sih, La? Aduh ... jadi cewek itu yang ada jaimnya sedikit kenapa sih? Aku tahu kamu suka kak Bagus, tapi tarik ulur dikit dong biar dia penasaran!"
2.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 60 Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Ditatapnya wajah Papi yang terlihat lelah, Byanca menggeleng dan berkata dengan senyuman, “It’s okey, Pi. Byanca biasa saja.” Suara pembawa acara menyadarkan semua tamu bahwa acara akad akan segera dimulai. Sebagai permulaan adalah pembukaan dan pembacaan ayat suci al-quran, kemudian beralih ke inti acara. Bema diberi beberapa petuah seputar menjadi kepala rumah tangga, begitu pula dengan Angel yang harus patuh pada suami. Mereka mendengar dengan baik dan sesekali menganggukkan kepala. Semua tamu terpukau mendengar ijab yang diucapkan oleh Bema hanya dengan satu tarikan napas kemudian semuanya bersorak, “Sah.”
1047.4K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.4K Vezes como abad ke 22
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status