Cinta Yang Salah
puji Mas Arkan yang terkapar dengan napas tersengal-sengal, kucium bibirnya kilas sebelum berucap.
"Karena aku terlalu merindukanmu, Mas,"
"Terima kasih sayang, kau bersedia memaafkanku, dan membuka hatimu kembali, bersedia menemui Mas di sini." Aku mengangguk lalu turun dari ranjang dan duduk di sofa, kemudian meminum pil yang aku ambil dari dalam tas, untuk menghindari kehamilan, sambil mengakhiri Video dan menyimpannya di galeri pribadi ponselku. Aku tak mau jika rencanaku ini malah menjadi bumerang bagiku.