Ujung Senja
Selain tubuh Dayu yang terlalu dekat dengan tubuhku, aroma maskulinnya membuat jantungku terasa merosot hingga ke lambung.
“Cinta agape itu adalah cinta yang paling tulus, Ra. Tak harap balas, tak harap apa pun. Mencintai saja cukup.”
Karena jarak kami sangat dekat, aku terpaksa menatap ke dalam manik matanya. Tampak jelas kesungguhan di dalam sana.
“Itu yang aku rasakan, Ra. Cintaku kepadamu adalah perasaan paling tulus yang pernah aku rasakan. Aku enggak mengharap kamu balas mencintai aku, karena aku tahu kamu milik Pak Asman.”
Hot Chapters