Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Gairah ABG

Terjebak Gairah ABG

Aku tetap fokus menatap ke arah jalan, dan memikirkan sikap Noni yang tidak seperti biasanya. “Om Danu kok gak sehangat dulu ya.. kenapa om? Udah hijrah ya?” tanya Adriana dengan bercanda. Candaan Adriana itu membuatku menahan tawa, “Emang kalau udah hijrah syahwatnya hilang, Dri? Gak juga kali.” “Ya.. biasanya sih gitu om, jadi alim dan takut bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.”
9.2253.5K viewsCompletedAdded to Library 9.1K Times as adab menguap
Read
+Library
Edisi Kelas

Edisi Kelas

“Si Gajah tenaganya kuat benget.” Orang-orang berkomentar candaan dengan perlakuan Ade. “Sorry. Ra. Tiup lilinnya cepat nanti dihembus angin.” desak Ade mendorong Cira lagi. “Biar aku aja yang tiup deh. Hoh.” kata Ade tidak sabar. Ia meniupnya dari belakang punggung Cira. Dengan sekali tiup lilin tersebut mati. “Anjir bau banget.” kata Ara menutup hidung. Menjepitnya dengan kuat hingga tidak ada celah udara yang masuk.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as adab menguap
Read
+Library
Godaan Memikat Abang Ipar

Godaan Memikat Abang Ipar

Nara yakin di seberang sana gadis berhijab manis itu sedang menggigit bibir atau nggak kukunya sembari menunggu jawaban. Agar kebohongannya sedikit masuk akal, Nara pura-pura batuk, seperti sedang sakit betulan. “Iya nih. Nggak tau kenapa tiba-tiba nggak enak badan, lemes gitu, mungkin kecapean. Sorry ya, lo jadi ngampus sendirian deh,“ lirih Nara semenyesal mungkin.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as adab menguap
Read
+Library
Godaan Terlarang Adek Ipar

Godaan Terlarang Adek Ipar

“Tapi aku jatuh, mas… aku nggak tahu lantai itu licin… aku nggak sengaja…” Arga menatapnya, ekspresinya berubah antara menyesal dan bingung harus berkata apa. Indah yang masih ada di ruangan itu menyela dingin. “Sudah terjadi ya tetap terjadi. Sekarang jangan cari alasan.” Alana menoleh cepat, matanya merah. “Mah… aku bukan cari alasan…” Suasana kembali tegang. Arga mengusap wajahnya, lalu berdiri lagi.
809 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as adab menguap
Read
+Library
Aturan Main Memikat Gadis

Aturan Main Memikat Gadis

Sisa bulir air merayap turun perlahan mengikuti lekuk tubuhku, melewati perut yang rata, lalu menghilang di balik area misterius di antara kedua pahaku. Pada detik ini, pasokan udara di sekitar kami seolah-olah tersedot habis. Rasa malu yang telanjur menyergap membuatku serasa ingin mati saja, rasanya ingin sekali menghilang ditelan bumi. Embusan napas Garry kentara terdengar makin memberat. Tatapan matanya bagai kobaran api yang siap menghanguskan sekujur tubuhku dari kepala hingga kaki tanpa sisa.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as adab menguap
Read
+Library
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Ribuan pesan singkat yang berisi godaan, ancaman, hingga panggilan tak terjawab dari pemuda itu menumpuk menjadi sampah digital yang sengaja dia abaikan. Pagi ini, rumah mewah milik Bram terasa sangat lengang. Bram dan ibunya belum kembali dari persiapan acara keluarga menyambut pertunangan Angger. Dania berniat beranjak dari tepi ranjang, melangkah pelan menuju ambang pintu kamar. "Kenapa perutku terasa mual sekali..." batin Dania seraya memegangi ulu hatinya yang bergejolak hebat. Rasa tidak nyaman itu terus menekan dadanya sejak dia bangun tidur.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as adab menguap
Read
+Library
Diabaikan Berujung Penyesalan

Diabaikan Berujung Penyesalan

Jika aku tak punya keberanian untuk menghadapi Vincent sekarang, maka semua tahun-tahun pertumbuhanku, semua kebahagiaanku, hanya sia-sia. Pria itu bergerak dan mengangkat kepalanya. Gelandangan itu adalah Vincent. Dia terhuyung maju begitu melihatku, bau alkohol dan kotoran menyengat dari tubuhnya. Secara naluriah, aku menutup hidung putriku. Vincent terhenti beberapa langkah dariku, senyum samar terbentuk di bibirnya. "Isabel," katanya. "Apa kabar?"
38.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as adab menguap
Read
+Library
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

tanya Gibran pada Adam yang terlihat hanya diam. “Juz empat om,” jawab Adam dengan cueknya. “Ponakan pertama om ini, mirip abahnya ya. Cuek sekali,” ucap Gibran tertawa. Disana juga ada Umi Risma dan Abi Lukman sambil menjaga ketiga cucunya. Juga Balqis dan Ashraf yang saling tertawa melihat tiga tingkah lucu anaknya. Mereka pun saling bertanya kabar, dan Gibran sering mengajak ketiga ponakannya sambil bercerita dan menemaninya untuk bermain.
9.524.9K viewsCompletedAdded to Library 771 Times as adab menguap
Read
+Library
Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

Ini benar-benar membuat gadis itu merasa pusing, sampai Maura memijat pelipisnya sendiri. Adiba tersenyum miring. Dia berdecih, membuat Maura pun langsung menoleh. "Kenapa Mbak tiba-tiba saja tersenyum?" "Ya,tidak apa-apa. Mau tersenyum aja. Lagian, aku heran. Kenapa kamu seperti orang stress? Mukanya itu terlihat sekali banyak tekanan. Apakah hidupmu itu seberat orang dewasa? Sampai mukamu ditekuk sedemikian rupa," tanya Adiba, nadanya terdengar mengejek. Membuat Maura kesal.
9.7257.7K viewsOngoingAdded to Library 9.5K Times as adab menguap
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status