Ada sesuatu yang magis tentang mencintai dalam diam. Seperti puisi yang tak pernah terbaca, perasaan ini mengalun pelan di antara keramaian. Aku menuliskan namamu di antara bintang-bintang, tapi angin membawanya pergi sebelum sempat kau lihat.
Kadang aku berdiri di balik jendela, menyaksikanmu tertawa dengan dunia. Kau seperti musim semi yang tak pernah usai—hangat, cerah, dan selalu just out of reach. Aku menyimpan semua detik ini dalam memoriam, sepotong demi sepotong, seperti kolektor yang terlalu takut untuk memajang harta karunnya.