Kembalinya Gadis Terbuang
Liana mengangkat alisnya, penuh minat.
"Saya memiliki pertemuan informal dengan seorang klien potensial dari Jepang sore ini di lounge hotel. Dia sangat menyukai seni dan keramikan tradisional. Kebetulan, ada pameran kecil keramik kuno di lobi hotel yang sama." Artha mengamati reaksinya. "Tugasmu adalah menemani kami, dan jika ada kesempatan, berikanlah komentar atau informasi yang relevan tentang pameran itu. Buatlah percakapan menjadi lebih... hidup."
Ini adalah ujian yang cerdas. Bukan hanya tentang kecerdasan, tapi juga tentang pergaulan, kemampuan berkomunikasi, dan yang terpenting, insting. Apakah ia bisa membaca situasi dan memberikan nilai tambah?
Hot Chapters