SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA
Bimo, sang ahli keamanan, mulai memasang perangkat pemindai laser mini yang tersembunyi di sudut-sudut toko, sementara Hendra sibuk menelepon jaringan pemasok herbalnya dengan nada bicara yang penuh otoritas.
Namun, yang paling sibuk adalah Maya. Ia berdiri di ambang pintu, mengatur barisan pengunjung yang mulai membludak. Kabar tentang keajaiban di aula Grand Assembly telah menyebar seperti api di padang rumput kering. Para konglomerat, pejabat, hingga warga biasa mengantre panjang, berharap bisa mendapatkan satu butir pil yang bisa menyambung nyawa.
"Harap tenang dan antre dengan tertib! Toko 'Alkemis Dewa' hanya melayani mereka yang menghargai aturan!" teriak Maya dengan wibawa seorang hu
Bab Populer