Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Guardian of Tunlansia

The Guardian of Tunlansia

Jadi setidaknya aku bisa bisa bertanya padanya dengan cara memancing informasi dari wanita ini . "Haha tentu saja tidak tuanku~ Memilih Kota 【 Erebus Than 】sebagai tempat petualanganmu, itu sungguh keputusan yg bijak. Dan akan kuberi tuan sebuah informasi gratis sebagai balasannya tentang sebuah lokasi tempat yg harus tuan datangi selama anda disini~!" Ucap siwanita Elf hingga kemudian dia mulai menjelaskan secara rinci padanya, dan Yuran Hanya mendengarkannya dengan seksama sambil diam-diam ia membuka tampilan peta gim seraya ia mencari tahu lokasi tempat yg sedang dibicarakan oleh wanita itu saat ini. "Dungeon itu bernama "The Dark Gateway" yg ada disebelah timur laut Kota ini, karna aku y
104.1K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as gateway to hell
Read
+Library
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Gwangan Bridge atau Jembatan Gwangan merupakan jembatan gantung terbesar di Korea Selatan yang menghubungkan Haeundae-gu ke Suyeong-gu. Permukaan jalan dari jembatan ini mempunyai panjang sekitar 6,5 km dan panjang keseluruhan Jembatan Gwangan ini adalah 7.420 meter.
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 737 Times as gateway to hell
Read
+Library
Gairah yang Terlarang

Gairah yang Terlarang

"Kau harus hati-hati. Kiera tidak hanya mendekatimu untuk mengancammu. Dia punya rencana yang lebih besar." Sienna mengepalkan tangannya. "Aku akan mencari tahu apa yang dia rencanakan." Godaan yang Berbahaya Malam itu, Adrian menerima pesan dari nomor tak dikenal. “Mari bertemu di The Royale Club. Aku punya sesuatu untukmu.”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as gateway to hell
Read
+Library
Sshh Devilangel

Sshh Devilangel

Menceritakan seorang gadis berusia 19 tahun yang mengalami hari-harinya dengan penuh kejanggalan, sikap dan kepribadiannya bisa berubah kapan pun dan dimana pun tanpa bisa dia sadari. Gadis itu bernama Lily Arckly, di satu waktu dia bisa saja menjadi sebaik malaikat dan menolong setiap orang yang membutuhkannya, tapi di waktu berikutnya dia berubah drastis menjadi sangat jahat layaknya iblis. Berlatar kehidupan modern yang serba canggih, Lily justru hidup di sebuah kastil tua tempatnya bernaung.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as gateway to hell
Read
+Library
Go Away

Go Away

Kini, di bawah langit menyerbuk salju Desa Gamcheon, di depan gerbang kayu mungil bercat putih, tampaklah sebuah rumah khas Gamcheon dengan warna-warninya, kombinasi kuning, pink, biru, bahkan hijau. Diana menyempatkan menggigit bibir bawahnya yang kenyal sebelum melangkah mendekat ke arah gerbang kayu bercat putih di hadapannya itu untuk lantas memencet tombol hubung interkom di sisi gerbang.
103.3K viewsOn holdAdded to Library 109 Times as gateway to hell
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

Cahaya itu berdenyut cepat, tak sinkron. Mereka tiba di sebuah celah terbuka di antara pepohonan. Sebuah lingkaran batu membentuk semacam altar alami, tapi retak di beberapa bagian. Di tengahnya, mengambang, ada sesuatu—bukan wujud, bukan bayangan, tapi... kehampaan. Ruang yang tampak seperti patah dalam mata. Ayu menahan napas. "Itu... bukan makhluk. Itu portal."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as gateway to hell
Read
+Library
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Tidak! Aku tidak akan menjadi tumbal! Ini bukan tugasku! Ini… ini gila!” Ranu tidak bereaksi. Ia mengangguk pelan, seperti sudah menduga penolakan itu. “Gerbang akan terbuka sepenuhnya dalam tiga malam. Pada malam merah, saat bulan berdarah. Jika itu terjadi… maka desa ini bukan lagi satu-satunya korban. Dunia akan menjadi ladang kelahiran bagi makhluk-makhluk dari dasar hitam.” Ia berdiri perlahan dan meraih sesuatu dari sakunya. Sebuah paku hitam, panjang dan bergerigi, seperti dicetak dari tulang manusia.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as gateway to hell
Read
+Library
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

Kristal di ujungnya menyala, memunculkan cahaya holografik di udara, sebuah gerbang kuno, melayang di tengah badai petir. “Gerbang ini adalah Lamina Aetheris, ujian tertua Aerathys, peninggalan para pendiri kota. Siapa pun yang masuk, akan berhadapan dengan dirinya sendiri. Cahaya dan kegelapan dalam jiwa akan ditelanjangi. Tidak ada kebohongan. Tidak ada perlindungan. Hanya kebenaran sejati.” Suasana semakin tegang.
10696 viewsCompletedAdded to Library 27 Times as gateway to hell
Read
+Library
Pengantin Dari Dunia Gaib

Pengantin Dari Dunia Gaib

“Langit ini… seperti api yang terbalik.” Laksmi menatap langit yang sama dengan wajah suram. “Itu Penanda Senja. Pertanda bahwa roh penjaga sudah mulai menguasai langit wilayah sekitar. Jika warna merah itu mencapai titik hitam di tengah… gerbang akan membuka paksa.” Nara yang duduk di matras perlindungan menggenggam jari-jarinya erat. “Berapa lama waktu kita sebelum titik hitam itu… menyatu?”
7719 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as gateway to hell
Read
+Library
Pewaris Kekuatan Alam Semesta

Pewaris Kekuatan Alam Semesta

teriak Itachi sambil melindungi Nala. Ledakan api muncul di depan mereka, lalu perlahan membentuk sesuatu bukan makhluk, tapi gerbang raksasa dari logam hitam yang berdenyut seperti urat nadi. Di tengah gerbang itu, tampak simbol api abadi berputar pelan, memancarkan cahaya merah yang menyilaukan. Aoka terpaku melihatnya. “Itu… gerbang menuju inti Neraka Ardhal.”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as gateway to hell
Read
+Library
PREV
123456
...
8

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang magnetis tentang judul 'Highway to Hell'—teriakannya yang provokatif langsung menangkap imajinasi. Sebagai penggemar musik rock klasik, aku selalu melihatnya sebagai metafora brilian untuk kehidupan yang liar dan tanpa kompromi. Lagu AC/DC ini bukan sekadar tentang kematian atau neraka, tapi tentang pilihan hidup yang berisiko, kebebasan, dan mungkin sedikit kenakalan. Aku ingat pertama kali mendengarnya, riff gitarnya seperti menusuk langsung ke jiwa, dan liriknya membuatku tersenyum karena ironinya. Bagi generasi tertentu, ini adalah lagu pemberontakan, bukan pengakuan dosa.

Di sisi lain, ada juga yang mengartikannya secara harfiah sebagai 'jalan menuju neraka', terutama jika melihatnya dari sudut pandang religius. Tapi justru ambiguitas inilah yang membuatnya timeless—apakah ini peringatan atau undangan? Aku lebih suka berpikir itu adalah keduanya, tergantung siapa yang mendengar. Musik memang seharusnya begitu, kan? Membiarkan kita menafsirkan dengan cara kita sendiri.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status