Hubungan Yahiko dan Nagato di 'Naruto' itu seperti benang merah yang dirajam dengan tragedi dan harapan. Mereka bertemu sebagai anak yatim piatu di Amegakure, terikat oleh penderitaan perang. Yahiko, si idealis berapi-api, mendirikan Akatsuki awal sebagai simbol perdamaian, sementara Nagato—dengan Rinnegan-nya—adalah kekuatan di belakang layar. Tapi kematian Yahiko di tangan Hanzo mengubah segalanya: Nagato yang broken menjadikannya 'Pain', mengubah Akatsuki jadi organisasi teroris. Ironisnya, Yahiko pun jadi salah satu tubuh Pain, simbol bagaimana cinta berubah jadi obsesi gelap.
Yang bikin greget, Naruto kemudian jadi cerminan Yahiko—sosok yang mewujudkan impian Nagato tapi dengan cara berbeda. Kalau dipikir, dinamika mereka itu inti dari tema 'cycle of hatred' di 'Naruto'. Tragis, tapi indah dalam cara yang pahit.