SUMPAH PELAKOR
Mata Haira tertuju pada seorang wanita berblazer putih tulang, dengan tas mewah serta sepatu mengilat, tak lupa kaca mata hitam yang menempel.
“Hai, maaf, ya ganggu. Tapi aku cuman mau kasih ini. Punya Mas Aziz nggak sengaja ketinggalan.” Nita melirik Ibu Mia sekilas. Wanita tua yang menjadi penyebab perpisahannya dengan Aziz.
“I-iya, makasih,” jawab Haira terbata-bata.
Anita mendekatkan diri pada Ibu Mia. Ia bahkan memegang betis wanita yang sangat dibenci dan memijitnya perlahan.