Aku Istri yang Tidak Dianggap
Entahlah, aku selalu sesak setiap kali menangis, mungkin karena tidak bisa menangis secara lepas, sehingga menimbulkan sesak yang teramat.
Aku selalu menangis diam-diam, berusaha tidak menimbulkan suara, agar tidak ada yang mendengarnya. Aku tidak ingin dilihat sebagai personal yang rapuh di mata orang lain. Cukuplah mereka tau jika kehidupanku berjalan baik-baik saja.
“Ayah, apa keberuntungan Safeea sudah habis? Mengapa sekarang yang Safeea hadapi hanya penderitaan?” lirihku.