Dream first class
sambil mengejar mobil mereka hingga menghilang dari pandangan.
Cerita tentang “dadah!” ternyata cukup menguras emosi. Aku tanpa sadar mengusap air mata yang sudah membasahi pipi. Menangis begitu mudahnya bahkan pada hal-hal yang tingkat konsentrasi kesedihannya pun sedikit. Meski begitu, aku lega. Aku lega bisa selalu menangis. Aku harap tiga tahun kedepan aku bisa menangis karena hal-hal yang membahagiakan. Tidak lagi karena insecuritas, tidak lagi karena stres, tidak lagi karena kemiskinan, tidak lagi tentang pekerjaan, tidak lagi karena merasa ditekan, atau bahkan setelah ditinggal orang-orang berisik, jiwaku tidak lagi kesepian.
Hot Chapters