Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Desember Ke-30

Desember Ke-30

ucap wanita paruh baya itu dalam bahasa Thai dengan nada terkejut, lalu menatapku lekat-lekat dengan senyuman hangat. Aroon tampak salah tingkah sejenak. "Ah, Bibi, ini... ini Kana. Teman lama dari Indonesia yang kubicarakan waktu itu." Bibi Aroon meletakkan nampannya di atas meja bar, lalu melangkah mendekati meja kami dengan tatapan penuh selidik namun ramah. "Oh, jadi ini penulis muda berbakat dari Indonesia yang membuat keponakanku sering melamun sambil mengelap gelas setiap sore?"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

Ku tarik tubuh itu agar lebih merapat ke tubuhku dan segera ku kecup bibirnya. "Kangen bibik!" Kataku lembut. !Halah! Padahal di sana asik-asik sama Bu Isti, sok-sokan kangen sama bibik!" Ujar bibik sembari menyubit pinggang ku. "Hehe ya gimana ya bik, punya Bu isti nggak sebesar punya bibik. Jadi nggak enak!" "Jadi punya bibik masih yang paling enak dong!"
1021.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

Bik Inah terlihat menarik nafas. "Siapa sebenarnya, Mbak Anitta," sambungnya dengan suara berbisik. Aku mendesah lelah. Tanganku meraih kembali gelas berisi moccacino lalu menyesapnya beberapa kali. "Menurut Bibik?" "Eh ..." Bibik nampak salah tingkah. "Tidak tau Non, sudah jangan di bahas. Maaf ya Non," dengan cepat Bibik membalikan badan, kulihat tangannya menepuk pelan bibirnya.
9.832.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 930 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Bekal Santet Dari Bibiku

Bekal Santet Dari Bibiku

timpal ibu geleng-geleng kepala melihatku. "Bibi sih bu, pelit banget ngasih ayamnya. Padahalkan aku cuma mau minta secuil kok bukan sepotong! Setidaknya buat nemanin sayur kangkungku ini saja," gumamku sembari terus menyuap nasi ke dalam mulutku. Bibi nampak menyunggingkan bibirnya ke arahku. Sepertinya dia begitu geram mendengar guyonanku.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
BUKAN HASRAT SUAMIKU

BUKAN HASRAT SUAMIKU

bergolek di atas sofa malas warna putih yang tersedia di sana. Sambil berselancar di dunia Maya. Tiba-tiba sebuah chat dari aplikasi hijau sukses mengganggu kesenanganku. [Apa, kau sudah merasa sangat bahagia menjadi budak s**ks dari Mr.G, Mala?] Dari Pandu. Bunyi kalimat dari chat itu tentu saja membuat hatiku tersentil dengan sangat telak. [Yah, tentu saja. Aku sangat bahagia. Hidup dengan lelaki yang mendambakan aku, mencintaiku.] Balasku.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 619 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

tanya Mama sambil merapat mendekati meja bar. Aku menghela napas panjang, lalu berbisik pelan, “Dia bilang… anak kecil itu lucu… apalagi kalau hasil kerja keras kita berdua.” Mama dan Bibi saling pandang, lalu menatapku lagi dengan ekspresi aneh. Lalu, jeda sesaat. Bibi tiba-tiba cekikikan duluan. “Wah, Non Binar, udah dapat sinyal-sinyal pernikahan semakin dekat.”
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Cinta Manis Suamiku

Cinta Manis Suamiku

“Bibi nggak terima kabar dari Raynar?” Sampai di rumah, Lentera masih sedikit berusaha siapa tahu Bibi kali ini lebih beruntung darinya karena mendapatkan kabar dari Raynar. Bibi yang membawakan minuman dan potongan buah itu menggeleng. “Nggak ada, Bu. Mana mungkin Bapak memberi tahu saya sedangkan beliau nggak memberi tahu Ibu.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
KAKEK TUA itu SUAMIKU

KAKEK TUA itu SUAMIKU

"Bolehkah Kanda memintanya sekarang?" Siap nggak ya? Duh, aku takut. Antara takut sakit dan takut ketagihan. Loh! Hanya anggukkan yang bisa aku berikan. Suamiku tersenyum dan mendaratkan kecupan di keningku, lalu turun ke hidung dan kedua pipiku. Mataku terpejam ketika bibi*nya mulai menyentuh bibi*ku. Dengan lembut suamiku menci*m bibi*ku. Semakin dalam ciu*an itu aku rasakan. Aku semakin terbawa suasana. Kini leherku yang menjadi sasarannya. Rasanya geli dan membuat bulu kudukku berdiri apalagi ketika sampai di belakang telinga rasanya membuatku jadi bertambah geli.
9.720.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Cintaku

Kau Duakan Cintaku

Aku tak membalas pesan dari Bagas, ku letakkan kembali ponselku di atas meja rias. ' Akan menghancurkan hubunganmu dengan Bagas Ray', kataku dalam hati sambil tersenyum. Aku berjalan ke meja makan tampak capcay dan ayam bakar sudah tersaji di meja makan. " Bi.. Bi Surti ", panggilku. " Iya non ", kata Bi Surti berjalan menemui ku sambil membawa mangkuk sambal di tangannya. " Ada apa non? " tanya bi Surti saat sudah berada di depanku.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Cintaku Untukmu Tapi Aku Miliknya

Cintaku Untukmu Tapi Aku Miliknya

(Sambil nunjukin Adena) "Wah pamer nih. Enak banget ya pulang-pulang di tungguin pacar. Udah ngga galau lagi lu kan? Haha" "Iya jelas dong. Kalau udah dekat sama pacar hilang semua beban haha" "Dasar lu haha, boleh dong aku bicara sama pacar lo" "Ngga mau dia, malu. Udah dulu ya mau lanjut ngobrol sama pacar dulu hehe"
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status