Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Lover is Cheating

My Lover is Cheating

“Nyusul apa maksudnya, Bi? Ngejar-ngejar si Bian gitu? Ih! Ogah.” Bibi dan Ibu seketika tergelak sambil menangkup mulut. “Bukanlah. Maksud bibi tuh nyusul kawin.” “Oh ... pasti itu mah. Meski nggak tau kapan.” Seketika, aku langsung menyengir sambil menggaruk tengkuk. Gatal sih memang. Banyak nyamuk. Ibu pasti lupa menyalakan obat cap kingkong. “Belum nemu jodoh yang pas soalnya.”
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Mulai Berubah

Ketika Istri Mulai Berubah

"Kamu di sini, emang siapa yang sakit?" tanya Abi. "Bibiku." "Bibi siapa? Memangnya kamu punya bibi?" tanya Abi tak mengerti, sebab selama ia mengenal Luna, yang ia tahu Luna tak memiliki Bibi. Ibu maupun ayahnya adalah anak bungsu semua, jadi otomatis Luna hanya memiliki budhe. "Bibi dari suamiku." "Kamu sudah menikah?" tanya Abi memastikan. Luna pun mengangguk membenarkan ucapan Abi.
1.593.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
PRIA JELEK ITU TERNYATA SULTAN

PRIA JELEK ITU TERNYATA SULTAN

ucap Wulan memamerkan senyum kemenangan di bibirnya. "Kalau mereka ingin jadi saudara kami. Ya, harus selevel dulu dong. Jangan ini anak malah di jodohkan dengan g*mbel pasar." ucap Bibi terkekeh mengejek ibuku. 'Sabar Puspa. Tahan Macam putihmu jangan ngamuk dulu' batinku.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Aku, Kutarik Asetmu

Kau Duakan Aku, Kutarik Asetmu

"Ayo ngumpul ke sini!" Hingga akhirnya beberapa teman yang lain mendekat dan tak sabar mendengar penjelasan wanita yang memiliki bibir seperti Angelina Jolie tersebut, menurut pengakuannya sendiri. Akan tetapi bagi teman-teman yang lain bibirnya lebih tepat disebut dower. Bukan Tsania namanya kalau tidak membawa gosip terbaru. Di grup WA saja, dia yang selalu membawa informasi yang up to date.
9.286.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

jawab Bibik Mataku semakin membulat mendengar jawaban Bibik. "Apa! Dibagi dua! Bibik kasih mereka?"tanyaku dengan nada marah yang tertahan "I-iya Nduk. Bibik malas ribut."jawabnya "Ya sudah besok Tutik ikut Bibik pulang."ucapku Bibik sangat terkejut mendengar ucapan ku. "U-untuk apa Nduk?"tanyanya
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Fall In Love

Fall In Love

Tanya stevie "Udah non. Tapi kata tuan, tuan enggak mau makan. Maunya non yang nyuapin" kata bibi "Tangannya enggak bisa dipakai buat makan bi ?" Tanya stevie lagi "Iya non. Sebelahnya diperban gitu, sebelah lagi dikasih infus sama darah" jelas bibi "Batara udah tidur belum ?" "Kayaknya belum sih non. Tadi bibi ketuk sekali aja langsung nyaut" kata
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Kerutan di keningku mengendur mendengar perkataan Bibi. "Oh, itu. Gampang Bi. Suami saya itu suka kopi hitam dengan taburan sedikit kayu manis diatasnya, terus–" Mencoba menjelaskan tapi disela Bi Jum. "Anu Bu, katanya Ibu saja yang bikinkan. Jangan Bibi. Rasanya pasti beda. Tadi Bibi sudah mau coba tapi dilarang Bapak." Aku mendesah berat. Laki-laki itu, apa lagi maunya?
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 610 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Dinikahi tapi Tak Dicintai

Dinikahi tapi Tak Dicintai

Justru gurih dan sedap di lidah. “Benar, kan? Enak?” Bibi menatapku dengan senyum puas. Aku membalasnya dengan senyum tipis sambil mengangkat satu jempol. “Enak, Bi.” “Makan juga ikannya. Itu juga enak,” katanya mengingatkan. “Ikan apa, Bi?” tanyaku lagi saat rasa asing menyapu lidahku. “Itu…” Bibi terdiam, tampak berpikir keras. “Ikan apa ya tadi?” Ia menggaruk kepalanya pelan. “Lupa saya, Nya.”
10151.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Aku tidak mau bertemu monster. Tidak mau mati sia-sia.” Bibi terkekeh pelan. “Jangan bilang itu di depan tim kombat, nanti kau tidak boleh tinggal di sini lagi.” Bibi meneguk kuah. “Tim tungku bagaimana?” “Jawab saja dari yang kau makan,” jawab Ibu. “Yah, mi, kan, sudah ada bumbunya.” “Tapi aku juga pakai sayur, telur, jeruk nipis—banyak. Itu reaksimu?”
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai aku dan bibiku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status