ANAK TUKANG CUCI PIRING
“Eh … ayo cepetan, pagi lho ini. Kasihan janin di perutmu kalau Ibunya nunda-nunda makan.”
“Masyaallah. Teh Imas lagi hamil? Kok gak kelihatan, ya?” Lita kembali bersuara, aku tersenyum getir lalu mengangguk.
“Sudah berapa bulan, Teh?” tanyanya terlihat antusias.
“Jalan lima.”
“Alhamdulillah, semoga selalu sehat, ya, Teh.” Aku pun mengaminkan dan mengucap terima kasih. Dia pasti tidak tahu kalau aku sudah tak memiliki suami.