KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Aku kangen banget, Khai,“ ucapnya.
Aku membiarkannya sejenak. Sebelum akhirnya mendorong pelan dadanya pelan dan menatapnya lekat-lekat dengan mata mengembun.
“Maaf,“ ucapku sendu, sambil menatap sudut bibirnya yang kemarin agak sobek.
“Dont worry, Khai. Im fine,“ sahutnya dengan senyuman lebar.
Aku tersenyum tipis. Sambil memeluk tubuh, kualihkan pandangan pada daun yang berguguran.
“Gimana ceritanya kamu bisa ada di sana?“ tanyaku.
Capítulos em Alta