TULPA
"Hei, aku merindukanmu."
Bisikan itu dibantu dengan semilir angin yang menyapa kami. Hanya mendengar kalimatnya saja rasanya wajahku memanas. Oh, ataukah sekarang wajahku memerah?! Dengan segera aku menunduk, memainkan kedua tanganku–gugup.
"Aku juga ...." Aku menggigit bibir, "sangat merindukanmu, Kelabu."