Tamally Ma'ak
Tentu saja dia tidak akan mengerti bahasa yang kupakai.
“Speak in English.”
"Why? You don't understand?" Aku tersenyum meremehkan, tentu saja. "Mukannu mabansa Bekantan. Mateno cilaka, hidupmu hanya benalu di dunia.”
“I say speak in English.” Dalam sekejap mata ia melaju ke arahku, menjambak jilbab yang kukenakan, hingga membuatku mendongak menatapnya. Wajahnya memerah seperti cabe-cabean, terlihat sangat marah. Aku dapat merasakan hembusan napasnya yang menerpa permukaan kulit wajahku.
Bab Populer