Setelah Berpisah, Aku Tak Terkalahkan
“Kalau aku nggak memberikan seluruh diriku padamu, barulah aku akan menyesal!”
Bibir merah Sumi kini sudah mendekat dan tampak sangat mempesona. Suaranya pun semakin menggetarkan hati, “Sayang, kamu tahu nggak? Hari itu saat kamu menarikku keluar dari jurang penderitaan, wajahmu, suaramu dan segala tentangmu langsung terukir di hatiku. Kamu sudah menguasai seluruh ruang di hatiku. Di sini … sudah nggak ada tempat lagi untuk orang lain, semuanya terisi penuh olehmu!”