Suamiku Jadul
bentakku, sebelum Ucok bicara.
"Aku tunggu penjelasan, Bang, kenapa sampai batu di bukit diukur nama Rara?" tanyaku lagi.
"Karena itu Batumerah namanya, Niyet, tau merah, bahasa Bataknya Rara. Makanya kuukir Rara di situ, gak ada hubungannya dengan almarhumah Rara. Merah itu bahasa Bataknya Rara, gitu lo Niyet, Bukit itu mau jadi tempat wisata hari itu, tapi gagal, batunya berlumut, ukirannya juga sudah gak nampak, batu itu bisa dilihat dari kebun kita." Bang Parlin bicara panjang lebar. Dia terlihat mulai kesal.