Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sumpah Dalam Kubur

Sumpah Dalam Kubur

Belum sempat Risma menyelesaikan ucapannya, Nyai Dasimah langsung menggeram, matanya melotot tajam, bekas luka di wajahnya membuat dukun tua itu terlihat lebih mengerikan saat marah. Lilis langsung mencengkeram kuat lengan ibunya karena takut dengan amarah wanita tua tersebut. "Kalian bodoh!" sentak Nyai Dasimah. "Kalian menguburkan wanita itu di daerah kekuasaannya. Apa kalian tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi kalau dia bersekutu dengan Dewi pemilik kerajaan Pati itu!"
8.78.2K viewsOngoingAdded to Library 295 Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
Kamalila (Kama & Kalila)

Kamalila (Kama & Kalila)

Pria itu hanya tertawa dan menganggap tangisan Kalila sebagai hiburan, sebelum sebuah suara yang berteriak marah dan mendorong pria berbadan besar itu dengan kesal. "Jangan beraninya sama anak perempuan!" Pria itu membantu Kalila untuk bangkit, dan menenangkan gadis itu yang masih menangis sedih. "Siapa kamu?! Tak perlu ikut campur!" Pria bertubuh sintal itu nampak tak suka pada kehadiran seseorang yang menggangu kesenangannya tersebut. "Aku Kama! dan jika kamu menyakiti Kalila, kamu berurusan denganku!"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
Kubalas Pengkhianatan Suamiku

Kubalas Pengkhianatan Suamiku

Minggu ketiga di safe house, salah satu polisi yang menjaga kami memberitahu ada perkembangan. "Polisi berhasil tangkap salah satu orang yang memasang bom," katanya. "Dia ngaku bekerja untuk seseorang yang disebut 'Pak Besar.' Tapi dia tidak tahu siapa Pak Besar itu. Dia hanya terima instruksi lewat pesan terenkripsi." "Pak Besar?" aku mengerutkan dahi. "Siapa itu?" "Kami tidak tahu. Tapi kemungkinan dia orang yang lebih tinggi dari Arka. Orang yang selama ini bekerja di balik layar."
1.4K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Dia boleh meminta makanan apapun yang enak-enak. “Setiap alam itu, mempunyai pintu. Alam dunia, pintunya adalah liang kemaluan Ibu. Alam barzah, pintunya adalah lubang kubur. Sementara alam akhirat, pintunya adalah hari kiamat.” Arini tersenyum melihat mata Rafa yang mengerjap beberapa kali. “Jadi, kalau Rafa tanya Adik bayi keluar dari mana? Adik bayi akan keluar dari liang kemaluan Ibu, karena itu adalah pintu untuk berada di alam dunia.”
998.5K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

"Aku rasa ada sesuatu yang lebih besar dari yang kita bayangkan. Sesuatu yang sudah lama terpendam, dan mungkin ayahmu tidak ingin kalian tahu apa yang terjadi di rumah ini." Alia memandangi pintu yang baru saja ditutup ayahnya, perasaan bingung dan khawatir semakin menguasai dirinya. Mereka tahu bahwa mereka berada di ambang sesuatu yang sangat besar, dan meskipun ayahnya berusaha melindungi mereka, Alia mulai merasa bahwa tak ada jalan lain selain mencari tahu apa yang sebenarnya tersembunyi di dalam rumah itu—meskipun itu berarti menghadapi kebenaran yang sangat menakutkan. Keempatnya saling menatap, tak ada kata-kata yang diperlukan. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mundur lagi.
529 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

Di sana juga, Alisha akan bekerja sebagai pengajar bagi anak-anak panti. Alisha tahu, gaji dari pengajar anak-anak panti mungkin tidak seberapa tapi jika itu bisa membuatnya bahagia, kenapa tidak. Sekarang ini yang Alisha inginkan adalah hidup dengan tenang bersama anak yang sedang dia kandung. Perlahan Alisha mengusap lembut perutnya yang mulai membuncit. Seulas senyum tersungging di bibirnya. Perjalanan mereka terus berlanjut hingga akhirnya mobil berhenti di depan sebuah bangunan besar dengan halaman yang luas. Di atas gerbang, terpampang tulisan "Panti Asuhan Kasih Ibu".
1.5K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
Kekhilafan Satu Malam

Kekhilafan Satu Malam

"Allah Akbar ...." Pria berkemeja hitam dengan wajah yang tampak basah itu, melaksanakan gerakan salat dengan khusyuk, walaupun kakinya masih sakit jika ditekan saat duduk dan hendak berdiri. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Aiman kembali datang mendekat pada Yang Maha Kuasa. Bahkan pria itu telah lupa, kapan terakhir kalinya dia meminta pada Tuhan. Kehidupan yang mewah dan merasa mempunyai segalanya, membuat Aiman melupakan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Segalanya.
1020.9K viewsCompletedAdded to Library 689 Times as al malhamah al kubra
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status