ANAK TUKANG CUCI PIRING
Tapi sekarang, kami nyaris tak bertegur sapa.
Ingin sekali aku bertanya, tapi takut menimbulkan sesuatu yang tak nyaman. Lalu, kenapa dia memberikan sebuah sentuhan hangat kalau ujung-ujungnya malah mendiamkanku seperti ini? Entah lah, dia terlalu rumit.
“Bi, mau ke mana?” Aku ikut menyapukan pandangan ke arah tangga.
“Abi izin pergi, Bu. Ada acara sekolah, semacam study tour. Tapi hanya sampai besok.”