Sayang, Izinkan Aku Selingkuh
Begitu masuk, atmosfer kebebasan menyambutnya—aroma alkohol, parfum mahal, dan hasrat yang menguar di antara mereka yang menari di lantai dansa.
Tanpa ragu, ia melangkah ke bar dan memesan minuman. Gelas pertama terasa membakar tenggorokannya, tetapi ia menginginkan lebih. Satu tegukan, dua tegukan, hingga beberapa gelas kemudian, kepalanya mulai terasa ringan. Ia menenggelamkan diri dalam alunan musik, membiarkan tubuhnya bergoyang mengikuti irama, mencoba melupakan luka yang menganga di hatinya.