Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

sapaku ramah, sambil menatap lamat-lamat wajah ayunya. "I--iya, Mas. Saya Rani, adeknya Bang Rangga. Mas temen kerjanya Abang kan?" Dia balik bertanya. Aku hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil melengkungkan bibir, memberikan senyuman termanis yang aku punya. "Rani ngapain berada di tempat seperti ini sendirian?" tanyaku lagi. "Habis ketemuan sama temen kuliah, Mas. Tapi ini sudah mau pulang kok! Soalnya sudah magrib. Takut dimarahi sama Abang."
10182.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

tanya Rinai menunjukkan jaring kecil kepada batita itu. Dengan cepat Anindya menggangguk. Mulutnya terbuka mengiyakan pertanyaan Rinai. Rinai lalu berbicara kepada pemilik permainan itu. Setelah membayar, dia memberikan jaring kecil kepada Anin, lalu mendudukkan batita putri itu di bangku plastik kecil. Begitu jaring berada di tangannya, Anin segera bergerak hendak menangkap ikan-ikan yang sedang berenang tersebut. Wajahnya wajah terkena kecipak air, tapi tawa riang tak henti keluar dari mulut mungilnya.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Penantian Sang Istri Teraniaya

Penantian Sang Istri Teraniaya

tanya Qian, berkata dalam hati dengan kaki lanjut berjalan menaiki tangga. “Mari minum, Jeng! Pak Erlanda,” kata Sarina dengan ramahnya. Tias dan Erlanda menganggukkan kepala sambil memperhatikan wanita sopan yang menyuguhkan segelas teh panas itu. Mereka tersenyum ringan, tampak suka dengan seorang Inara. “Kamu asli sini?” tanya Tias, yang baru berbicara bersama Inara meskipun sudah berhadapan beberapa kali sebelumnya.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

Padma tertawa geli mendengar Ipang yang pura-pura merajuk. “Iya,” imbuh Ksatria. “Kapan lagi kan dianter pulang sama Pangeran. Jadi putri semalam kamu, Padma.” “Sialan—ups.” Ipang langsung meringis saat melihat tatapan mematikan Badai ketika ia tak sengaja memaki. “Bisa nggak sih kalian berhenti mengejek namaku?” “Nggak bisa,” tegas Nara dengan kalem. “Di sini kita nggak main ejek nama bapak, tapi nama sendiri. Aku juga bingung kenapa nama kalian di sini aneh-aneh.”
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Sang Presdir

Ranjang Panas Sang Presdir

tanya Dara penuh selidik. "Iya, ini Paviliunku," Sembari mengaca merapikan rambutnya. "Lalu pakaian wanita ini milik siapa?" Dara masih penasaran dengan baju wanita yang lumayan banyak tersimpan disana. "Milikmu, Andara Karisma Putri," ucap Alvian sembari tersenyum melihat wajah penasaran Dara.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Istri Bisu yang Kau Buang Ternyata Sultan

Istri Bisu yang Kau Buang Ternyata Sultan

Ingin sekali Diva melontarkan kata-kata tajam dan menusuk, tetapi rasa sakit di ujung kakinya bekas injakan Rani tadi menyadarkan dirinya bahwa dia harus tetap tenang jika ingin menang. Menyadari bahwa Diva terdiam cukup lama, Rani akhirnya mengambil alih dengan memperkenalkannya. Dia berusaha tertawa sopan, tetapi tawanya justru terdengar gugup. "Benar, Miss. Diva ini anggota baru tim PPAE. Dia baru masuk hari ini." "Oh, begitu?"
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Pengantin Pria Pengganti

Pengantin Pria Pengganti

“Di,dia.. Nona Amara?” “Hah, apa? Yang benar?” Satu temannya langsung pucat. “Tamatlah riwayatnya kita hari ini.” Dua wanita itu pucat, ternyata gadis yang baru saja membentak dan marah-marah itu adalah Amara. Nona Amara adalah adik dari Rayyan.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Pesona Tuan Argantara

Pesona Tuan Argantara

Membuat aku tertawa. "Ya, mau gimana lagi. Pesona pria dewasa memang tidak terbantah kan. Apalagi om Arga itu tampan, mapan, juga paham agama, plus hot duda lagi. Wanita mana coba yang nggak terpesona pada nya," "Wanita buta!" sahut Rania tertawa, membuat aku pun ikut tertawa. "Bunda! Mandi hujan yuk!" Rengek Rania lagi pada ku.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

“Yang Mulia, saya menghadirkan seorang saksi yang mengenal Callista secara pribadi. Dia akan menunjukkan siapa gadis itu sebenarnya.” Pintu samping terbuka. Seorang wanita berambut pirang palsu melangkah masuk. Pakaiannya rapi, wajahnya penuh percaya diri. Ia duduk di kursi saksi, mengangkat tangan untuk bersumpah. Hakim menatapnya. “Sebutkan nama Anda.” “Nama saya Rani,” jawabnya, suaranya lantang. “Saya teman lama Callista.”
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Dia bahkan menunjukkan lebih dari 80 halaman PPT berisi berbagai foto mesra antara aku dan Galang, termasuk foto pranikah kami. Seorang warganet dengan nama akun "Penegak Keadilan" menjadi naik pitam dan ikut berkomentar dalam siaran langsung tersebut. "Kasihan sekali Rani, wanita itu sudah merusak semuanya!" "Mereka bahkan sudah melakukan foto pranikah, tempat resepsi pernikahannya juga sudah ada. Tapi wanita itu malah merebut tunangan Rani hanya karena dia kaya dan berkuasa!"
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai andi pangerang petta rani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status