PENDEKAR TAPAK DEWA
Emde Mallaowpohon rimbacerita sek siluman ularhutan malamsokola rimba butet manurung
Mereka mengelu-elukan nama Pendekar Tapak Dewa, hingga rombongan itu menempati kursi yang disediakan berjejer di depan panggung utama yang nanti diduduki oleh Paduka Sandaka Dana dan kedua buah hatinya, Putra Taju Salasi dan Putri Mantika.
Sore itu, bukan saja sang calon panglima nan muda dan tampan itu yang menjadi pusat perhatian, tetapi juga kepada kedua gadis yang duduk di samping kiri dan kanannya yang telah menjadi adik-adik angkatnya, yaitu La Nilam Pambinta dan La Shinta Panala. Kedua gadis memang merupakan dua bunga dari sekian banyak bunga-bunganya Negeri Sangiang. Keduanya itu terlihat semakin anggun dengan mengenakan pakaian-pakaian indah mereka yang terbuat dari bahan sutera Bug