Bara Dendam di Perbatasan
Sang calon putera mahkota bahkan mulai sering meminta diajak berlatih pedang-pedangan kayu, dan Seta dengan sabar meladeni, meski tak lupa selalu berjaga di sekeliling mereka.
Seperti hari itu, ketika Sasi Kirana tengah menemani putranya, Dyah Ardana, berkeliling taman istana sambil meninjau pohon-pohon obat yang ditanam khusus oleh para emban. Seta berdiri di belakang dua junjungannya tersebut dengan tenang. Langkahnya mantap, tetapi tak mencolok.
"Namanya pohon sambiloto, Paman Seta," kata Dyah Ardana, menunjuk pada tanaman kecil berdaun runcing. "Rasanya pahit, tapi katanya bisa buat orang cepat sembuh."
Hot Chapters