Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Melihat mertuanya datang Arjuna segera berdiri dan membungkuk hormat. "Anakku Arjuna, sebaiknya kau pulang ke Amarta. Dresanala akan di angkat menjadi penari di Istana Batara Guru Manik Maya. Aku harap kau mau memakluminya." ucap Dewa Brama dengan berhati-hati. Takut jika salah kata kepada kesatria yang bisa membunuh Dewa dengan panahnya itu.
1011.1K viewsOngoingAdded to Library 355 Times as andy baramuli
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

gumamnya dalam hati. Malamnya, di rumah, Arga kembali mendapatkan penglihatan. Kali ini, ia melihat Anandia berdiri di tengah hutan dengan pohon kutukan menjulang di belakangnya. "Arga... bantu aku menghancurkan ini," suara Anandia terdengar dalam penglihatannya. Arga terbangun dengan napas terengah-engah. "Apa hubungan Anandia dengan kutukan ini?"
1.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as andy baramuli
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

jawab Utari sesenggukan sambil memetik Bunga Azalea berwarna merah muda di sampingnya, mematah - matahkan kelopak Bunga itu hingga menjadi kecil - kecil. "Hidup itu seperti tanaman, kadang berbunga cantik lalu kemudian gugur setelah itu muncul lagi kuncup bunga baru, dia harus berusaha agar mekar dengan indah, seperti itu hidup terus berjalan!" ucap seorang laki - laki kepada Utari yang sedang menangis di halaman belakang kerajaan. Laki - laki itu adalah Raden Arya Kartanagara. Putra pertama dari Sri Maharaja Kartanagara. Putra Mahkota sekaligus calon penerus kerajaan.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as andy baramuli
Read
+Library
Barra's Mine

Barra's Mine

Berbagai macam kecamuk tersebut berputar dalam benak Keinarra kini. Sambil memangku si bungsu Jayandaru – bayi berumur tiga bulan yang menggemaskan, adik Hanggara itu mulai berpikir mengenai kemungkinan mengapa pria itu masih betah melajang padahal sudah dicarikan jodoh dari manapun. Anak teman bisnis putih tou-san, ataukah dari kalangan paramedis – teman sejawat Abimanyu.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as andy baramuli
Read
+Library
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Sang calon putera mahkota bahkan mulai sering meminta diajak berlatih pedang-pedangan kayu, dan Seta dengan sabar meladeni, meski tak lupa selalu berjaga di sekeliling mereka. Seperti hari itu, ketika Sasi Kirana tengah menemani putranya, Dyah Ardana, berkeliling taman istana sambil meninjau pohon-pohon obat yang ditanam khusus oleh para emban. Seta berdiri di belakang dua junjungannya tersebut dengan tenang. Langkahnya mantap, tetapi tak mencolok. "Namanya pohon sambiloto, Paman Seta," kata Dyah Ardana, menunjuk pada tanaman kecil berdaun runcing. "Rasanya pahit, tapi katanya bisa buat orang cepat sembuh."
103.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as andy baramuli
Read
+Library
Dendam Membara Sang Pewaris!

Dendam Membara Sang Pewaris!

“Berapa yang kalian terima dari Lukman?” tanya Aldan pada Bahri. “Tiga juta, tapi kami masih menerima seperuhnya. Pak Lukman mau membayar separuhnya lagi jika kami sudah menghajarmu,” jawab Bahri sambil memegangi mulutnya. “Ya udah ambil separuhnya lagi. Bilang saja kalau kalian berhasil menjalani tugas dengan baik,” ucap Aldan tersenyum penuh arti, membuat Dani dan Bahri terkejut.
8.436.5K viewsOn holdAdded to Library 1.1K Times as andy baramuli
Read
+Library
BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

Bara menghela napas panjang, lalu perlahan, ia mulai membuka tiga kancing kemejanya, memberikan akses agar Nilam bisa melihat bagian belakang bahunya. “Ini baru?” tanya Nilam cemas. Benar saja, memar keunguan di bahu Bara tampak memanjang dan mulai sedikit bengkak. “Saya benar-benar nggak apa-apa, Nilam. Saya kuat.” Nilam mendengus. Bisa-bisanya pria itu mengatakan hal bodoh di saat seperti ini. “Memangnya Anda Hulk?!” Bahu Bara mencelos, ia menggeleng.
8.617.7K viewsCompletedAdded to Library 459 Times as andy baramuli
Read
+Library
Istriku Bar-Bar

Istriku Bar-Bar

Arya menyodorkan sebuah amplop besar berwarna coklat, yang entah apa itu isinya. "Ini apa, Tuan?" Alex masih menatao dengan bingung. Surah pemecatan dirinya kah? Atau....? "Buka. Kau akan tau isinya apa." Dengan ragu Alex menarik amplop besar berwarna coklat itu. Memeriksanya sekali lagi, namun polos. Tidak ada tulisan sama sekalu yang tertera di sana. Dengan jantung yang dag dig dug, lelaki itu membuka penutupnya perlahan. Matanya menyipit, menatap satu persatu barusan kata yang yang ada di sana.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as andy baramuli
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Biarlah menjadi milik orang lain. Beberapa kali memasuki toko, aku dan Syla mulai haus. Syla pergi membeli minuman, aku menunggunya di dekat toko baju. Kebetulan ada kursi, daripada harus cari-cari kursi lagi. Tiba-tiba terasa ada sesuatu yang menabrak kakiku. Seorang anak kecil terlihat terduduk dilantai, dia menangis. Sepertinya anak ini baru bisa berjalan dengan benar, usianya masih kurang dari dua tahun. Aku mengangkat tubuhnya, menggendongnya sambil menaik-turunkan badannya di dalam gendonganku.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as andy baramuli
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status