Cinta Cita
“Oia, Cit, kalau papamu sembuh, kamu balik lagi ke Singapur?”
“Pasti.” Cita mengangguk tanpa keraguan. “Sudah kubilang, kan, aku di Jakarta itu sudah nggak punya tujuan. Tapi, sebelum balik, aku bakal nyelesain semua masalahku di sini.”
“Akhirnya!” Duta mengacungkan kedua ibu jarinya pada Cita. “Begitu dong! Mungkin terasa nggak nyaman, tapi, pikiranmu pasti lega kalau nggak punya masalah lagi.”
Bab Populer