Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Jelas bukan akhir yang diharapkan siapa pun.
Bima, yang berdiri di dekat kepala ranjang Darren, menatap nanar layar monitor. Angka-angka di sana melompat-lompat liar, lalu menatap wajah Darren yang kini tampak kusam, seperti mayat hidup. Dari balik masker bedah sterilnya, rahang Bima mengeras. Sebuah keputusan pahit merambat dalam benaknya. Ia tahu betul Darren adalah orang yang paling ngotot mencoba menjatuhkan Adnyana, menghancurkan keluarga besarnya dengan berbagai cara kotor. Namun, ia juga tahu satu fakta penting, yaitu di pembuluh darah Darren mengalir golongan darah yang sama dengannya: O-negatif. Sebuah ironi takdir yang kejam.
"Ambil darahku," ujar Bima dengan suara rendah, tapi nad
Sikat na Kabanata