Bayangan Darah Sang Putra Buangan
Mata Kael terbuka, dan kini ada lingkar gelap tipis di sekitar pupilnya.
Darah di dadanya, yang tadi merah kini hitam.
“Dia … bangkit?” bisik salah satu murid.
“Aura itu, bukan darah suci.” Tetua kedua mundur satu langkah.
Darian mengangkat tombak, mencoba mengisi ulang aura darahnya. “Mainan,” katanya keras-keras. “Aku akan menghancurkannya.”
Kael menatapnya. Bukan marah, bukan takut, tapi tenang. “Kau masih tidak mengerti,” katanya pelan. “Sesuatu telah berubah.”
ตอนยอดนิยม