Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Sang Antagonis

Rahasia Sang Antagonis

kata Andrian. Andrian dengan cepat menutup kembali handphone-nya dan menyentuh dadanya. Ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Ia tidak dapat mengendalikan perasaannya karena seperti ada sesuatu yang aneh. Ada penolakan sekaligus keinginan dalam dirinya yang sedang berperang tentang Rianti. “Perasaan seperti ini yang akan membuat manusia jadi lemah,” katanya dalam hati.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Stuntman

Stuntman

"Tapi lagi-lagi ini cuma soal perspektif dan pendapat orang lain. Gak tentu kenyataannya lo emang pantes disebut antagonis. Kalo menurut lo sendiri lo bukan antagonis, yaudah gausah diambil pusing." Kalimat ambigu. "Jadi menurut lo gue bukan antagonis?" tanya Albi lagiー jujur, sedikit berharap. Pena mendongak, menatap mata Albi lekat. "Pada dasarnya setiap manusia yang dilahirkan itu beda-beda. Tapi gak mungkin juga kan Tuhan ngasih peran bawaan lahir sebagai antagonis ke makhluk ciptaan-Nya? Begitu juga elo." Penjelasan Pena membuat Albi terhenyak. "Dengan kata lain, lo mungkin dianggap antagonis karena keadaan yang lo jalani sekarang lebih dominan ke sikap dan perbuatan yang antagonis. Art
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
OBSESI SANG ANTAGONIS

OBSESI SANG ANTAGONIS

Namun tetap saja gerakannya itu kaku seperti robot yang salah program. "Astaga… aku udah nyerang tokoh antagonis utama! Tokoh antagonis!" "Bukan figuran, bukan pemeran pendukung… tapi ANTAGONIS!" Tubuhnya langsung kehilangan tenaga. Ia bersandar ke kursi dengan bahu yang merosot lemas sementara matanya menatap kosong ke depan. “Bisakah aku mengulang waktu saja?” bisiknya sangat pelan, nyaris tidak terdengar.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Satu atau Semua: Pancaran Tujuh Elemen

Terdengar nada penuh kemenangan dari siluman bunglon. “Batu katu kerja?” tukas Josh Kian dengan mulutnya yang terbabang. “Batu itu akan memberikan energi kerja negatif kepada siapa pun yang dimasukinya. Ada tujuh kata kerja negatif yang terkandung di dalam batu kata kerja itu: membunuh, menyerang, menghancurkan, melumpuhkan, menendang, mencekik, dan meninju. Lihat saja ini… Abang tertua kalian menyerap kata kerja menyerang; sementara si Pengawal Tanah ini menyerap kata kerja menendang; si Pengawal Api menyerap kata kerja menyerang; dan si Pengawal Air menyerap kata kerja menghancurkan. Sudah siap?” tanya siluman bunglon dengan sebersit senyuman mengerikan kepada Jimmy Ferry, Vritz Victor, da
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Gairah Sang CEO Muda

Gairah Sang CEO Muda

Kontras Dua Dunia | Aspek | Arkana Corp (Masa Lalu) | L-Heuristic Research (Masa Depan) | |---|---|---| | Fondasi | Ego dan Manipulasi Saham | Integritas dan Riset Murni | | Energi | Solar-Lattice (Cacat & Berbahaya) | Sub-Atomic Capacitor (Stabil & Efisien) | | Motivasi | Kekuasaan dan Dominasi | Solusi dan Kebermanusiaan |
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Denyit Ranjang Ibu Tiri

Denyit Ranjang Ibu Tiri

Semua bukan berasa dari niat melainkan t3kanan. Tentu saja Marni kelabakan setalah wajahnya di lumuri sambal. "Apa apaan kamu Elis..." Seketika itu wajahnya mulai memanas. Wajah terasa terbakar sampai beliau langsung berlarian menceburkan diri ke got. "Kurang ajar kamu....Aw.....panas sekali, wajahku seperti terbakar." Menjerit kepanasan. Begitu banyak orang baik berubah menjadi jahat bukan karena watak melaikan dari keadaan yang memaksa mereka. Rasa sakit banyak mengubah diri seseorang menjadi karakter antagonis sekaligus penjahat dalam sebuah kisah.
7.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mantan, Dinikahi Penguasa Tak Terkalahkan

Dikhianati Mantan, Dinikahi Penguasa Tak Terkalahkan

“Mm... aku memang bilang padanya untuk tidak mengirimi pesan kecuali melalui ponselku. Buka saja, Chagiya.” Sambil membuka pesan Anton, Vina memberengut. “Masih saja cemburuan sama Anton. Heran!” “Masih, dong. Siapa saja yang mendekatimu akan aku anggap musuh dalam selimut.” Vina menggeleng mendengar pernyataan suaminya yang sedang mode posesif. Ia membaca pesan dari Anton lalu mengangguk-angguk. “Penelitiannya lancar. Kak Siska menamai pengobatan yang sedang ditelitinya dengan nama ‘Allysa Syndrome.’ Anton pamit untuk bepergian.”
1056.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Siapa sangka, seorang putra mahkota yang sudah dikaruniai kemuliaan sejak lahir, ternyata bisa memiliki kelembutan seperti itu? Dengan kepribadian sebaik itu, kenapa penulis cerita tega menggambarkannya sebagai tokoh antagonis utama? Sementara Satya dan Wulan, kedua orang yang rela mengkhianati segalanya demi kepentingan sendiri, justru dijadikan tokoh utama. Semata-mata hanya demi menulis sebuah kisah? Walau hatinya dipenuhi gejolak, Anggi tetap berusaha tenang. Setelah bangun, dia pun berseru memanggil Mina.
9.7963.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.9K kali sebagai antagonis adalah sifat
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
plisss lah thor up tiap hari banyakin yahhhh... bagus bgt critanya..seru banyak²in part luis & anggi biar yg baca giginya sampe garing cz nyengir² mulu. hehehe 2 hari ini maraton dari bab awal sampe 178 baru kelar smalem smpe koin jebol wkwkwkwk hari ini dtunggu ya upnya,, semangat thorrr & thankyou
irmayyunita20
Kalau aku di posisi Luis bakal cemburu banget sih. Bayangin aja ketika suami pergi kerja, istri malah berduaan menghabiskan waktu sama pria lain. padahal aku cewek lo, entah dianggap kakak/adik namanya beda darah ya tetep orang lain. Meskipun kasian banget sama Aska, kenapa Anggi ga mikirin Luis sih
Baca Semua Ulasan
Anak Tersembunyi Sang Pria Antagonis

Anak Tersembunyi Sang Pria Antagonis

Begitu setelah mengatakan, dia tersenyum penuh akan kemenangan. Alena terkekeh geli, lalu pada detik selanjutnya ia melihat tajam ke arah Calief. Wajah Alena telah mengeras karena amarah yang terpancing. Ia menggertakkan gigi geram. Lantas berseru, "Jangan terlalu kejam, tuan Calief! Anda sudah menginginkan sangat banyak." Tekan Alena murka, ia menarik napas panjang kemudian menambahkan kembali. "Saya rasa anda telah serakah, jadi biarkan saja kerja sama ini batal. Saya tahu anda tidak akan kehilangan dukungan. Ini juga tidak bisa saya terima." Keadaan sekitar mendadak tegang akibat perkataan Alena. Calief pun merasa tidak terima atas penolakan seperti ini. Tangannya mengepal sangat kuat.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

Sifat dominannya adalah tidak mau kalah dengan orang lain, Ana hafal betul tabiat laki-laki itu. “Kenapa kalian berantem?” “Biasa ... cowok emang gitu. Kita menyelesaikan masalah dengan adu kekuatan, tapi setelahnya bakalan selesai. Kalian ketemu di mana?” “Enggak sengaja.” “Dia gak kasih kamu sesuatu?” “Sesuatu? Maksudnya?” Beni mengayunkan tangannya. "Enggak. Eh, memangnya kamu gak khawatir, An?"
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai antagonis adalah sifat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status