Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar
Nenek Ratih menimpali dengan bijak, "Ambil saja, Pak, Bu. Ini adalah bentuk rasa syukur anak-anak. Menolak pemberian yang tujuannya untuk ibadah itu kurang baik. Saya juga akan ikut, jadi kita bisa beribadah bersama-sama di sana nanti."
Mendengar Nenek Ratih juga akan ikut, keraguan di wajah Ibu Alya perlahan sirna. Ia memeluk Alya dengan erat, tangisnya pecah, kali ini bukan tangis kesedihan seperti tahun-tahun lalu, melainkan tangis syukur yang amat sangat.
"Terima kasih, Nak Araska ... Terima kasih, Alya. Ibu tidak menyangka bisa sampai di titik ini," isak ibunya.
Hot Chapters