Pusaka Idaman Gadis Desa
bisik Clara mantap, menatap Linda dan Tante Arum bergantian.
Tante Arum tersenyum tipis di ambang pintu, mengetukkan tongkat kayunya pelan ke lantai. "Kalian semua anak-anak yang kuat. Desa ini ndak bakal pernah kehilangan arah selama kalian tetap bergandengan tangan."
Waktu berjalan tanpa kompromi. Musim berganti, dan hari-hari berlalu membalut duka menjadi harapan baru.
Empat tahun berlalu cepat. Sukamaju sudah makin maju dan hidup. Desa yang dulunya mau diratakan tanahnya itu, sekarang malah jadi kawasan agrowisata mandiri yang terkenal di mana-mana.