MADU HITAM
ia menunjuk flash drive, "adalah bukti tambahan dari seseorang yang tahu kebenarannya."
Justin mengambil amplop itu dengan enggan, membuka lipatan kertas di dalamnya. Ekspresi di wajahnya berubah drastis saat membaca hasilnya. Dari kebingungan, menjadi terkejut, kemudian marah, dan akhirnya, kepedihan yang mendalam. Wajahnya memucat, tangannya gemetar.
"Tidak... ini tidak mungkin," bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar. "Ini bohong."
Bab Populer