Desah Di Kamar Sebelah
Lebih baik memandangi bentuk kipas angin di atas sana, ketimbang wajahnya yang datar dan lempeng, seperti ubin sekolahan tersebut.
“Sudahlah, Dok. Sepertinya obrolan kita lama-lama garing,” pungkasku. Aku berjanji untuk tak akan menggubrisnya lagi setelah ini. Persetan. Mungkin, tinggal di RSJ juga tak selamanya buruk, ketimbang harus berjumpa dengan Mas Bayu dan Lia yang sangat berbahaya tersebut.
“Garing? Aku suka yang garing-garing, apalagi yang rasanya asin. Seperti keripik, popcorn, kerupuk, dan sebagainya. Kamu sendiri bagaimana? Suka juga?”