Rahasia di Balik Akad Nikahku
Lagi-lagi ucapanku terhenti, rasanya sulit untuk mengatakan bahwa aku dan Gendis tidak bisa tinggal dalam satu kamar.
"Kenapa lagi?"
"Oh, ya, Nak, AC-nya rusak. Saya ambilkan kipas angin, ya," lanjutnya. Bahkan, sebelum aku mendapatkan alasan yang tepat.
"Eh, nggak usah, Kyai. Nggak papa, saya biasa nggak pake kipas," jawabku tak ingin merepotkan. Menginap di sini saja rasanya sudah sangat merepotkan. Kalau bukan karena aku tak mau memberi kesempatan Gendis untuk lari lagi, tentu aku memilih pulang.
Bab Populer