Yuk, Nikah!
Vivi menggaruk kepalanya.
“Em ... dibilang lancar, sih, ya lancar. Tapi, soal hasilnya belum tentu lancar, kan, ya?” Dia menjawab polos.
Tawa ini lepas begitu mudah, seperti ada yang menggelitik tak henti-henti.
“Kamu, tuh, ambigu banget kalau jawab. Enggak konsisten.”
Lihatlah, dia tambah menggemaskan dengan memperlihatkan wajah sok imutnya padaku dan menjulurkan lidah.