Dok, Please Cukup!
sapa Nindy, duduk di kursi seberang.
"Nindy," balas Rania, ikut duduk kembali, kedua tangannya masih gemetar pelan sewaktu menata ujung selendang di bahu.
"Maaf nunggu lama, Rania. Aku abis kelas prenatal, terus sempet ngobrol dulu sama temen," ucap Nindy, meletakkan ponselnya di atas meja.
"Nggak apa-apa, saya juga sengaja dateng lebih cepet dari janjian," jawab Rania, tersenyum tipis.