Dimanja Tiga Majikan Cantik
Yang aku tahu, saat ini aku punya satu pegangan yang tidak akan melepaskanku, seburuk apa pun badai yang akan datang setelah ini.
Paman Sudra kemudian menghampiri kami berdua dengan gerakan lambat. Di tangannya, sebuah map plastik berwarna biru dengan logo rumah sakit terlihat bergetar hebat mengikuti tremor tangannya yang tak terkendali. Dia berjalan mendekatiku, langkahnya diseret, wajah keriputnya basah oleh air mata dan keringat minyak.
Namun, isi dari map itu membuatku kembali bersedih, untuk kesekian kalinya.