Dangerous Feeling
Tak ada raut bahagia yang nampak di wajahku, mungkin jika ada seseorang yang dapat menyadari ini, mereka pasti akan menganggap kesedihanku ini tak lain dari sebuah kebahagiaan seseorang.
" Sudah selesai, nona " Ujar salah satu wanita yang sedikit lebih muda, aku merasa tenang untuk beberapa detik sebelum sebuah ketukan pintu terdengar dari luar membuatku sedikit merasa kesal dan semakin kecewa dengan keadaan.
" Acara akan segera di mulai nona, anda di minta segera ke bawah untuk menemani tuan dan nyonya " Ujar pak asep sang pelayan pribadi bundaku