A DEAL WITH COLD PROFESSOR
Ada sesuatu di sana - campuran marah, kecewa, dan emosi yang bergejolak - menelusuri wajahku seolah berusaha membaca setiap pikiranku.
Aku baru sadar, tadi aku benar-benar menabrak dada bidangnya - ya Tuhan, dada keras yang jelas-jelas hasil dari sesi gym rutin, bukan hasil rebahan berhari-hari seperti aku. Sentuhan singkat itu masih terasa di kulitku, membuat jantungku berdetak sedikit lebih cepat dari seharusnya. Aku buru-buru menegakkan tubuh, berharap wajahku tidak semerah yang kurasakan sekarang, sementara pikiranku sibuk antara malu, kaget, dan sesuatu yang sulit dijelaskan.
Bab Populer