Tawanan yang Menawan
"Itu... sesuatu yang aneh dan berbeda."
Wirya bingung. "Berbeda bagaimana?"
"Sesuatu yang... panas," ucap Amita, akhirnya menatap Wirya. Sorot matanya tidak lagi seperti prajurit yang tegas, tetapi lebih dalam, lebih personal, dan penuh kebingungan. "Seperti... seperti aliran api kecil. Bukan rasa sakit, justru..." Dia menghentikan ucapannya, seolah tidak bisa menemukan kata yang tepat, atau tidak berani mengatakannya.
Hot Chapters