Istri Pengganti Sang Miliarder
Arlan selalu ruwet dan berkelit.
“Kamu kenapa, sih?” tanyanya. Arlan mengerjap, tampak bingung.
Tuh, lagi-lagi dia mencari cara untuk menghindar. Mungkin aku terlalu cantik untuk dia ceraikan. Wajahku oval, mataku lebar, hidungku runcing mancung, dan bibirku tipis. Kata orang, wanita yang memiliki bibir tipis itu judes dan bawel. Namun, selama tiga tahun pacaran denganku, Arlan tidak pernah merasakan kejudesan atau kebawelanku. Sikapku pada Arlan lebih ke manja-manja manis, bak kucing yang menempel pada tuannya. Arlan baru tahu bibir tipis ini bisa mengeluarkan kata-kata pedas setelah pernikahan kami menginjak tahun kedua.