Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

tambah Wandi. “Hemh.. Kalau kita pakai angket satu-satu akan ribet banget kayanya,” ucap Ronco. “Gini.. gini.. gini.. Untuk masalah data kependudukan biar urusan saya saja,” ucap Wandi. “Elu yakin? Gimana caranya?” ucap Ridwan. “Saya punya kenalan yang membuka usaha pariwisata di sekitar sini. Cottage yang ada di balik bukit ini kalian tahu?”
109.0K viewsOngoingAdded to Library 315 Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
CINTA SEPARUH JIWA

CINTA SEPARUH JIWA

"Ya. Kita sempat mencarinya. Namun usaha itu gagal. Lalu kita memutuskan untuk kembali ke perkemahan, namun sia-sia. Kita kesasar tidak tahu arah. Ditambah lagi hujan begitu lebatnya sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa." Pencarian terhadap Tedy dan Bando tidak dilanjutkan. Tim SAR tidak berani melakukan pencarian di tengah kabut tebal. Terlalu berisiko. Apalagi tingkat kemiringan bukit itu hingga mencapai 45 derajat. Bukit itu memang menjadi salah satu jalur menuju Oro-Oro Ombo, Kalimati, Arcopodo dan puncak Mahameru. Malam itu, memang tidak seperti biasanya. Selain hawanya dingin, kabut semakin tebal. Membuat keindahan alam puncak Mahameru itu hilang dari pandangan.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
My Mine (Indonesia)

My Mine (Indonesia)

Kali ini, hanya ada mereka berempat sementara Althaf akan bergabung nanti siang karena kesibukannya di rumah sakit. “Nad, nanti kita beli baju pantai ya. Di pakai jalan-jalan atau berjemur gitu.” Ucap Sarah bersemangat. Nadhara mengangguk semangat, beruntung kedua orangtuanya bersedia memberikannya uang jajan selama berada di sini. Walaupun tidak banyak, dia tidak harus merepotkan Sarah lagi untuk membelikan barang untuknya. Nadhara memandang pemandangan di luar jendela dengan kagum. Selepas pergi meninggalkan Bandara. Mereka di sambut dengan kota Lombok yang sangat menarik untuk dilihat.
9.816.2K viewsOngoingAdded to Library 486 Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
Ujung Koridor

Ujung Koridor

Buru-buru Airin bangkit dan mengambil ponsel miliknya yang terletak di meja belajar. WhatsApp Dion Agraha Rin, ntar malem lo latihan gak? Iyalah. Gue ikut yah, soalnya Alvin mau belajar Belajar apa? Ya tenis lah. Mana ada orang belajar matematika di lapangan tenis. Ah iya-iya.
102.9K viewsOn holdAdded to Library 74 Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
Ksatria Pengembara Season 1

Ksatria Pengembara Season 1

Perjalanan rombongan Begal Bukit Manoreh ini terlihat berjalan lancar tampak banyak mengalami hambatan, dan dikeremangan malam, dikejauhan mereka sudah dapat melihat bukit menoreh yang berdiri dengan kokohnya. Tapi tiba-tiba saja si Pecut Api menghentikan langkah kudanya, Bawar yang saat itu berada didekatnya dengan terkejut ikut menghentikan langkah kudanya.
9.9399.9K viewsCompletedAdded to Library 10.0K Times as api di bukit menoreh 406
Show Reviews (69)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡🫡
Read All Reviews
Istri Keempat

Istri Keempat

Ria menyahut sembari menatap ke arah depan dengan tatapan penuh rasa kesal. *** Pagi di Senin yang mendung ini Airin mendapatkan titipan jamu dari ibunya yang dibawa langsung ke paviliun oleh Marni, salah satu bibik tukang masak yang selalu bermuka judes ke arah Airin. Sesaat Airin menatap botol berisi cairan berwarna kuning keemasan itu, Airin menggumam, “Apa ini aman?”
9.7493.6K viewsCompletedAdded to Library 9.9K Times as api di bukit menoreh 406
Show Reviews (172)
Read
+Library
Nurnajmi Hamzah
buat teh Asia.. makasih ya udah buat tulisan sebagus ini. aku sangat suka karakter Airin dan Sakha. untuk pertama kalinya dalam membaca novel aku tidak berharap terlalu banyak adult story. sukses dan sehat terus teh
mackadamia_
saya adlh tipe pembaca yg selektif ketika memilih bacaan utk mengisi waktu luang. ketika saya menjatuhkan pilihan pada cerita ini seketika saya jatuh cinta. cerita yg dikemas begitu apik dengan gaya bahasa dan diksi yg mudah dipahami, konflik yg tidak bertele-tele, dan ending yg manis. terimakasih^^
Read All Reviews
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Di bukit tertinggi pegunungan, terdapat sebuah kuil tempat dimakamkannya nenek moyang suku Moro, sekaligus tempat Rex berlatih. Di sekitar kuil gunung, terdapat rumah batu yang tak terhitung jumlahnya, yang tersebar hingga beberapa kilometer jauhnya. Ada ratusan benteng yang tingginya lebih dari 30 meter, dengan pasukan bersenjata yang berjaga di atasnya.
9.9393.4K viewsCompletedAdded to Library 9.4K Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

sahut Pendekar Codet. “Baiklah, pasukan yang ku bina ada sekitar 100 orang, mereka kelak akan bergabung dengan pasukan tuan putri,” sahut Ki Gutui, sambil mengisap cerutunya. “Ki Gutui, aku baru dengar kabar, katanya si Japra alias Pendekar Bukit Meratus sekarang berada di rumah orang tuanya, Pitono dan Ranci di desa ini, benarkah itu?
9.646.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
Purba Mahkota

Purba Mahkota

GRAWL~ Memegangi perut keroncongan dengan tangan yang kurus dan hanya tampak seperti tulang berbalut kulit saja, dia, orang yang berteduh di bawah gubuk sederhana dari besarnya guyuran hujan, … merenungkan kembali segala ingatannya. Kenangan di mana berakhirnya momen manis di masa kecilnya, menjadi kenyataan pahit di masa remaja. -“Sil Batala! Sil Batala!”-
104.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as api di bukit menoreh 406
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status