Suamiku Jadul
"Tidak, Bu, maaf,
Kami melanjutkan perjalanan, tiba di kebun sudah disambut karyawan kami, karyawan itu senyum-senyum melihatku, ada apa ini?
Kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju pinggir sungai, hingga akhirnya.
"Lihat itu, Dek," kata Bang Parlin seraya menunjuk bukit kecil itu.
Wah,bukit itu sudah cantik sekali sudah rimbun dengan pohon, ada tangga dari semen menuju bukit. Di puncak bukit itu ada pondok beratap ijuk. Mirip rumah gadang Minang. Lalu mana batu Rara?
"Abang hancurkan batu itu?" tanyaku karena batu itu sangat besar, beratnya mungkin puluhan ton, tak mungkin bisa dihancurkan. Akan tetapi mana batu itu?
Hot Chapters