Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Dewa Maut berjalan dengan Asta Pawana diaktifkan, kakinya hanya menyentuh tanah seringan bulu. Dalam waktu satu jam, dia telah menempuh ratusan tombak, melewati sawah, ladang, dan sungai kecil. Di tengah padang sabana yang luas, menjulang sebuah bukit yang puncaknya diselimuti kabut tipis, seolah tempat itu tidak pernah tersentuh matahari. Bentuk bukit itu memang menyerupai tengkorak yang terbalik. Di puncak bukit itu, terlihat konstruksi kasar dari kayu dan batu, dikelilingi pagar duri yang tinggi.
103.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 119 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

” jawab Bintang. Ketika keadaan menjadi terang benderang Bintang dan kawan-kawannya dapatkan mereka berada di sebuah bukit ditumbuhi rumput berwarna aneh. Rumput yang biasanya hijau, di sini berwarna biru! Dewi Awan Putih berlari cepat menuju puncak bukit di mana terdapat satu bangunan berbentuk gapura besar. Pada kiri kanan gapura ada patung lelaki bermuka raksasa yang pada bahunya mendukung seorang perempuan berwajah cantik. Bagi Bintang dan kawan-kawannya patung yang sangat tinggi itu seperti hendak menyapu langit.
1031.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 669 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
Kasih Putih

Kasih Putih

Audrey Valencia To be countinue Ada masalah apa dengan rahim Audrey? Yuk ikuti terus kisah Kasih Putih. Jangan lupa berikan komentar supaya authornya semangat updatenya. Terima kasih dan salam sayang untuk readers.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Dikala matanya serasa diserang oleh fatamorgana akan oasis di padang pasir, Purbamanik melihat ada orang kurus yang menyerupai manusia berkulit tipis sehingga menonjolkan lekukan-lekukan bentuk tulang, … tengah meminum sesuatu di hadapan dengan sangat-sangat bersemangat tuk memupuskan dahaga. Tak kuasa lagi dengan rasa haus yang mencekik tenggorokannya, dengan bibir yang kering, … Purbamanik meminta. “Permisi, bisakah Saya mendapatkan sedikit—!” Namun, belum juga menyelesaikan kalimat memintanya, Purbamanik segera tersadarkan dengan pemandangan asli dari fatamorgana yang ia rasa, … tatkala orang yang ia tanya segera membalikkan kepala bertanduk dua juga berlepotan darah di mulutnya, … yang m
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 128 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Dari kejauhan sudah mulai nampak deretan bukit-bukit hijau, daratan Lampung. Semilir angin laut menerbangkan ujung rambut Lili yang tergerai. Sementara Rianti, tangannya sambil memegangi topi lebar yang melindungi wajah hingga tengkuknya dari sengatan matahari. Rianti lalu mengeluarkan ponselnya dan berfoto selfie dengan Lili. Sementara, di dalam kamar hotel Novotel Lampung. Wandi sedang tengkurap di atas kasur yang begitu lembut dan empuk. Dia baru saja hendak beristirahat, karena baru sampai di sana.
108.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 293 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
MY SEXY EDITOR

MY SEXY EDITOR

Apa karena semua ketulusannya yang Jared berikan padanya? "Fiks, aku mau foto pre wedding di sini. Cantik bangat." Ilene berseru norak saat melihat kawah putih dengan air jernih yang membuatnya jadi terlihat warna hijau dan kawah yang membuat sekelilingnya seperti ditutupi awan putih. Pasir putih yang terbentang juga memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.
9.935.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang watu putih bukit menoreh
Ipakita ang mga Review (42)
Read
+Library
Rizka Ahmed Syukri
aaaaaaaaaa aku terharu baca cerita ini,, sebagai seorang ibu faham betul gimana harus kuat liat anak demam/sakit,, btw makasih mak selalu nyajiin cerita yang luar biasa bagusnya,, maaf baru hadir karena abis lahiran Rabu kemaren,,
V Missv
Mudah-mudahan ini komen aku terakhir di sini. Pada dasarnya aku ga mau berhubungan lagi dengan seseorang 'you know who'. Jadi, jangan saling mengusik. Ngetik aja yang aman dan damai ya. Kita ini penulis, bukan penjulid. Sukses terus.
Basahin ang Lahat ng Review
Milky Legends

Milky Legends

Di Area Timur Dungeon Hutan Timur Morine menonjok kepala Natasha Brukk...... “Hentikan itu mesum! Itu sangat menjijikkan,” Ucap Morine dengan raut wajah yang marah. “Wkwkwkwk..... Kalo gak gituin kamu, kamu seenak jidat. xD” Imbuh Natasha dengan tertawa. Morine hanya menunjukkan ekspresi kesalnya. Setelah mengantar para pengungsi, Suito dan Saito menuju ke sebuah kawah yang berada di dekat sebuah bukit.
9.810.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 315 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!

Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!

Angin malam di puncak bukit belakang istana terasa jauh lebih tajam, seolah-olah udara di tempat ini tidak pernah tersentuh oleh kehangatan matahari. Kuil Teratai Putih berdiri dengan megah namun merana; dinding-dindingnya yang putih kini kusam dan ditumbuhi lumut kering, sementara aroma dupa murah bercampur dengan bau kayu yang mulai lapuk.
1042.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 936 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan melalui dua bukit batu hitam yang disebut tetua desa. Batu-batu itu benar-benar gelap pekat, hampir menyerap cahaya. Di antara dua bukit itu, jalur menyempit seperti gerbang alami. Wu Teng berhenti. Lelaki berpostur tegap itu mengangkat kepala sedikit. “Ada sesuatu di depan.” Kabut turun lebih tebal daripada sebelumnya. Dan di balik kabut itu —ia merasakan getaran.
101.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 50 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

Raut-raut tak sabar ingin segera memberikan nutrisi kepada cacing-cacing di perut mereka pun tak luput dari pandangan. Lain halnya dengan gadis blasteran dengan kulit putih dan berparas ayu itu. Ia hanya sibuk memainkan polpen di sela-sela jemarinya. Wajahnya yang cantik tampak murung seperti dilanda mendung. Matanya yang indah menatap tangannya yang bermain di atas meja dengan tatapan sayu. Otaknya yang sejak tadi dipaksa mencerna materi terasa sudah penuh. Bukan karena materi yang sejak pagi itu, melainkan otaknya penuh memikirkan kondisi Ilmi yang semakin hari terlihat semakin memburuk dan memprihatinkan. Sejak pagi ia memaksa diri untuk memfokuskan diri dengan apa yang dihadapkan waktu p
104.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 163 Beses bilang watu putih bukit menoreh
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status