Arimbi
Wajahnya begitu sejuk dan bersahaja.
"Halo, Mba, perkenalkan aku Hanna." Ini sudah yang kesekian kali Hanna memperkenalkan diri, tapi Arimbi masih belum merespons.
Pandangan Arimbi masih tertuju pada langit mendung. Objek langit memang menjadi pemandangan kesukaannya saat duduk di taman. Entah apa yang Arimbi pikirkan? Tatapan wanita itu seolah-olah berpikir, tengah menerka sesuatu. Namun, tidak ada yang tahu.
Hot Chapters