Suami yang Tak Diinginkan
“Papa Mertua, Mama Mertua, beruntunglah kalian segera keluar. Si miskin ini masih berusaha membawa Juwita kabur. Sampai kapan aku harus menunggu? Aku sudah datang memenuhi undangan kalian untuk melamar Juwita, tapi lagi-lagi aku harus kecewa. Jika terus seperti ini, aku juga tidak bisa terus bersabar!”
Armaja menepuk pundak Arman dan berkata, “Aku dengar kau berkata, kau bukan lawannya. Lantas, siapa yang lebih cocok jadi lawanmu? Pria sakit-sakitan yang kau anggap sudah tak pantas mengurus perusahaannya ini, atau ibu-ibu tua yang racuni pikirannya? ”
Arman terkesiap. Pembelaan yang dia harapkan tak pernah didapat, justru Armaja membuatnya bingung. Secara tidak langsung kalimat itu adalah se
Bab Populer