Ku Ingin Bahagia
“Tadi Bibi tahu sendiri kalau Ibu marah banget. Aku jadi serba salah, Bi. Bingung cara ngomongnya ke Mas Ferdi nanti, biar dia gak tersinggung. Tapi aku rasa yang Ibu bilang memang benar semua. Biaya orang lahiran banyak, kalau Cuma mengandalkan hasil dari toko aja, gak akan cukup. Selain itu, Bi Rahmi kan tahu sendiri sekarang keuangan toko dipegang sama Ibunya Mas Ferdi.”
“Kamu sabar aja, Han. Nanti pasti ada jalan keluar. Bilangnya ke Ferdi pelan-pelan. Pasti dia akan mengerti, apalagi ini semua untuk calon anaknya. Kamu jangan sedih terus, itu pesanannya diantar dulu. Habis ini gak usah terima pesanan lagi. Kamu istirahat aja, jangan kecapekan. Udah jam empat, Bibi mau pulang dulu ya.”
“
Hot Chapters